Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.
***
Cinta itu butuh kesabaran…
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita...
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia...
Pernikahan kami sederhana namun meriah...
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu...
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci...
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat
terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah
dengannya.
***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa
waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja
karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat
kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu &
adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak
menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu
dari suamiku…
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku
mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat
dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah
kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan
ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan
dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus
suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah
kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan
teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang
wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa
menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika
melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan,
“Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di
depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja,
mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.
Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya
erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata
“Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih
namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.
Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …
“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah
mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan
keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku
pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam
ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku,
baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang
bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku
pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada
kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”
Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan
alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih
labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan
berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang
menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan
memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya,
toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun
tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi
meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai
ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam
kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.
***
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.
Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku
memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia
mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang
bertaburan di kolam air mancur itu.
Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”
Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”
Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”
“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku
juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah
dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.
“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu
disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan
sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya
itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat
untuknya.
”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.
”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu
tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium
keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan
pada nya.
Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang
& cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku,
tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu
padaku karena suamiku sangat sayang padaku.
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.
Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya
harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh
keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat
mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan
keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus
airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini
bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak
tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan
ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi
kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak,
tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia
pasti akan selalu menelponku.
***
Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa
sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis,
jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.
Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku
pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali.
Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku
mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku
yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker
mulut rahim stadium 3.
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu
berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa
memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..
Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu
marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku
jika ia selalu marah-marah terhadapku..
Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan
cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari
aku hitung…
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang
melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.
Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.
Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.
Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam
saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku
menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai
parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga
akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap
salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap
berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci
kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.
Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung
naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan
bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam,
mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur
sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya
dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3
raka’at.
***
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya
dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku
memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku
berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari
rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?
Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu.
Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian
yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang
sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja
sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.
Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku
berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau
berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas
tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya
saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan
mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku
telah berubah.
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan
mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku
serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang
suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku
pegang.
Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
**
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis
setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang
baru saja berkenalan.
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya
tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia
perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia
tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku
telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu
kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku
sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya
hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.
Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah
menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku
untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam
usai, suamiku memanggilku.
“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.
“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.
“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.
Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi
kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara
kami.
Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke
Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.
Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia
menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh
cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin..
sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin
rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.
Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada
tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu
menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar
menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam
kesendirianku..
***
Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman
aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah
berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada
acara apa ini..
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam
kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga
besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam
lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada
sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku
memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju
ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak
seperti rumah zaman peninggalan belanda.
Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.
Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.
“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan
kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang
tajam.
”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir
8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang
sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.
Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?
“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum
kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di
atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat
lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.
“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.
Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya.
Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak
punya keberanian itu.
Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari
ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata,
“kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“
MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini
seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap
seperti ini terhadapku..
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.
”Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku
dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa
depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah
kami.”
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan
pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air
mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”
Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan
pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan
ini Nek?.”
Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”
”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk
menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara
seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat,
aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin
berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini,
cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?
Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“
Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok.
Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku
sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.
Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia
berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera
memandangnya dari cermin meja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah,
kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat
ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”
Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia
tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan
jangan salah memakai shampo.
Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak
memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“
“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.
Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu,
kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi
pernikahan suamiku.
Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin
takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan
aku atas rasa sayang dan cintanya itu.
***
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku
marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat
suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam
itu kepadaku. Aku
save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup
untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena
mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat
lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk
dan berbicara padaku.
“Apakah kamu sudah siap?”
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :
“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk
kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu,
lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di
ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah
itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan
pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.
Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…
“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.
Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa
bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak
sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.
Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita liat saja nanti ya!”. Dia
memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah
temui selain mama”.
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan
berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja?
Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih
sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan
satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah!
Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya,
setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku
itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina
Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil
berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.
Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali.
Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres
denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan
penuh khawatir.
Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti
dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“.
Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus
khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.
***
Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat
hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku
ingat akan kondisiku.
Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut.
Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante
yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati
ini. Ya… aku kuat.
Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan.
Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka
melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang
selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja.
Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia
tidak suka dengan pernikahan ini?
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur
dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang
mereka lakukan didalam sana.
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk
berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa
ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur
dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil
menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku,
tentu saja aku kaget.
“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku
tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata,
“maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya
aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa
dan juga adik-adikku”
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku
untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum
saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan
menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku
telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau
ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang
selama 2 tahun ini..
Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”
”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu
sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku
menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, ”Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan
bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus
mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta
ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar
bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan
tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin
ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda
pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi
oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda”
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada
kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak
pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku
ini.
Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak
pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya
mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang
lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku
tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.“
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku
sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku
dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.
***
Keesokan harinya…
Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing,
rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan
main, ia langsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”
Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?
Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang..
bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya,
Yah..”
“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas,
kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan
suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.
Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan
anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu
aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau
fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa
engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah
menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa
yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan
Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya.”
***
Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.
=====================================================
Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?
Aku dihina oleh mereka ayah.
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?
Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena
dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat
terlihat Ayah..
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia
memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti
itu ayah?
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..
Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.
Aku sangat marah..
Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan
ibunya..
Aku tak mau sakit hati lagi.
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.
Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.
Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.
Aku harus sadar diri.
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela.
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.
Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.
Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.
Sebelum ajal ini menjemputku.
Ayah.. aku kangen ayah..
=====================================================
Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.
Bunda akan selalu hidup dihati ayah.
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku,
rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang.
Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu
meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.
Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu
saja.
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda..
Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..
Ayah Sayang Bunda..
mencoba menguak satu sisi lain dari hidupku .... disinilah aku menulis segala sesuatu yang aku fikirkan dan aku rasakan ...
Jumat, 23 Desember 2011
"Hanya sebuah ungkapan kecil dari hati" I
aku hanya ingin menulis dan merangkai kata menjadi apa yang terlintas dibenak
sambil mengikuti alur arah fikiranku
ini hanya ungkapan dari perempuan yang sedang menanti sebuah keajaiban dari segunung harapan
hampir kulakukan semua hanya untuk mewujudkan itu.
aku juga membiarkan jari-jariku menari diatas selembar kertas putih yang kosong.
membentuk sebuah rasa lewat kata-kata yang tak sengaja aku buat ini, yang akan terus ku ukir hingga aku lelah menatap
dengan mata yang sedikit sembab karna menangis.
hampa hampa hampa.
aku juga tak mengerti kenapa hanya kata itu yang mampu menggelayuti perasaan aku saat ini,
kata yang mampu mewakili dari semua rasa kecewa dan sedihku.
ini yang menghiburku, bermain dengan seribu kata dan sejuta kalimat,
yang bersatu menjadi kumpulan-kumpulan kecil untaian paragraf .
hai kalian yang menatapku!
aku mampu membuat hari-hariku seperti yang aku mau
aku cukup bersandar pada sebuah kekuatan YANG MAHA AGUNG, yang siap memberi semua yang aku mau.
tak perlu kalian tanya aku, mengapa aku seperti ini.
ini yang ku mau, ini impianku sejak pertama kali aku bisa merasakan kehilangan yang paling berarti, serta pertama kali aku berharap.
aku tak pernah meminta kalian menjadi awan yang melindungi aku dari teriknya matahari yang semakin membakar aku.
aku juga tak pernah meminta kalian menjadi air yang menyejukkan tenggorokkan aku yang mulai mengering.
karna cukup segenggam tanganmu, seulur tanganmu yang mampu membuat dunia kecilku yang mulai rapuh, kembali utuh dan bersinar sehangat dan seindah cinta ..
sambil mengikuti alur arah fikiranku
ini hanya ungkapan dari perempuan yang sedang menanti sebuah keajaiban dari segunung harapan
hampir kulakukan semua hanya untuk mewujudkan itu.
aku juga membiarkan jari-jariku menari diatas selembar kertas putih yang kosong.
membentuk sebuah rasa lewat kata-kata yang tak sengaja aku buat ini, yang akan terus ku ukir hingga aku lelah menatap
dengan mata yang sedikit sembab karna menangis.
hampa hampa hampa.
aku juga tak mengerti kenapa hanya kata itu yang mampu menggelayuti perasaan aku saat ini,
kata yang mampu mewakili dari semua rasa kecewa dan sedihku.
ini yang menghiburku, bermain dengan seribu kata dan sejuta kalimat,
yang bersatu menjadi kumpulan-kumpulan kecil untaian paragraf .
hai kalian yang menatapku!
aku mampu membuat hari-hariku seperti yang aku mau
aku cukup bersandar pada sebuah kekuatan YANG MAHA AGUNG, yang siap memberi semua yang aku mau.
tak perlu kalian tanya aku, mengapa aku seperti ini.
ini yang ku mau, ini impianku sejak pertama kali aku bisa merasakan kehilangan yang paling berarti, serta pertama kali aku berharap.
aku tak pernah meminta kalian menjadi awan yang melindungi aku dari teriknya matahari yang semakin membakar aku.
aku juga tak pernah meminta kalian menjadi air yang menyejukkan tenggorokkan aku yang mulai mengering.
karna cukup segenggam tanganmu, seulur tanganmu yang mampu membuat dunia kecilku yang mulai rapuh, kembali utuh dan bersinar sehangat dan seindah cinta ..
"Hanya sebuah ungkapan kecil dari hati" II
Malam ini aku hanya duduk sendiri bersama kumpulan kata yang sudah pasti mewakili apa yang akurasa.
ini lanjutan dari sebuah ungkapan kecil yang sengaja aku tak tunjukkan dengan sikap,
tak perlu kan menunjukkan sikap 'kegalauan' kita ?
ini lah aku dengan sejuta rahasia, dan membiarkan waktu berjalan walau tak seperti yang kuinginkan..
semalaman ini aku hanya mencoba mengingat masa-masa indah yang pernah aku lalui.
sambil bersimpuh dihadapan Penciptaku .
menadahkan tangan bercerita tentang segala hari-hariku yang semakin terasa sangat cepat berputar.
berdoa semoga segala kekuatanku tidak menjadi kelemahanku
ini sudah tercipta, dan kini hanya tinggal aku menunggu kapan saat itu akan ada .
dengan segala airmata dan mengorbankan segala waktuku
walau terseret perih sekalipun ini lah pilihan dari segala harapan yang aku gantung bersama dia.
aku mencoba menutup mata dari segala khayalan-khayalan yang ku tau
takkan mudah aku jadikan kenyataan.
sekarang, hanya rasa hampa, kesepian, dan kecewaku yang masih bersemayam dihati ..
Sabtu, 20 Agustus 2011
Lantunan indah untukmu
Aku benci rindu
rindu membuat aku takut
rindu membuat aku merasa sepi
rindu membuat aku tersiksa
selayar lukisan kasih
seraut wajahmu membuatku benci
suaramu membuat sesak nafasku
tatapanmu membuat aku ingin meninggalkanmu
Kasih,hatimu terlalu lembut untuk ku rindukan
sikapmu terlalu rapuh untukku tinggalkan
cintaku terlalu kuat untuk mengharapkanmu
kau ku nanti dari awal ku membuka masa kisahku
tanpa kau mengerti
tanpa kau rasa
tak bisa hati ini beranjak darimu
ku terlalu rindu akan suaramu, wajahmu, dan tatapan teduhmu.
Andai kau paham
aku yang rindu
bagai malam tanpa bintang ...
rindu membuat aku takut
rindu membuat aku merasa sepi
rindu membuat aku tersiksa
selayar lukisan kasih
seraut wajahmu membuatku benci
suaramu membuat sesak nafasku
tatapanmu membuat aku ingin meninggalkanmu
Kasih,hatimu terlalu lembut untuk ku rindukan
sikapmu terlalu rapuh untukku tinggalkan
cintaku terlalu kuat untuk mengharapkanmu
kau ku nanti dari awal ku membuka masa kisahku
tanpa kau mengerti
tanpa kau rasa
tak bisa hati ini beranjak darimu
ku terlalu rindu akan suaramu, wajahmu, dan tatapan teduhmu.
Andai kau paham
aku yang rindu
bagai malam tanpa bintang ...
Senin, 08 Agustus 2011
Terjatuh
Aku berkata akan hatiku dan duniaku .
aku mengejar sebuah keabadian tetapi hampa melana jauh menyusup duka
ku duduk bersama kumpulan puisi-puisi lainnya
menggoreskan tinta di selembar kertas putih
Tak terasa tintaku pudar karna airmata yg terjun
dari kelopak mataku
siap untuk mengiris rasa yang semakin mengukir tajam
tertumpuk duka menyesakkan dada..
Sealur derita kulukiskan melalui alunan nada
sepercik cinta kutuliskan diatas awan
lembayung senja silaukan mataku
ku pejamkan mata perlahan hingga senja berganti hitam
Aku akan berhenti di tempat perhentianmu
aku akan terjatuh pula ditempat kau terjatuh
hingga aku tak sanggup lagi melihat dunia yang
menghantarkan aku padamu
aku mengejar sebuah keabadian tetapi hampa melana jauh menyusup duka
ku duduk bersama kumpulan puisi-puisi lainnya
menggoreskan tinta di selembar kertas putih
Tak terasa tintaku pudar karna airmata yg terjun
dari kelopak mataku
siap untuk mengiris rasa yang semakin mengukir tajam
tertumpuk duka menyesakkan dada..
Sealur derita kulukiskan melalui alunan nada
sepercik cinta kutuliskan diatas awan
lembayung senja silaukan mataku
ku pejamkan mata perlahan hingga senja berganti hitam
Aku akan berhenti di tempat perhentianmu
aku akan terjatuh pula ditempat kau terjatuh
hingga aku tak sanggup lagi melihat dunia yang
menghantarkan aku padamu
Jumat, 22 Juli 2011
Cerita bersamamu
Saat pertama kali aku mengenalmu, aku sangat membencimu tak ingin pernah kenal denganmu..
saat pertama kali kau memperhatikanku, seketika ada getaran yang mulai muncul dihati ini entah apa perasaan itu.
saat pertama kali ku mulai kehilangan jejakmu, aku gundah dan selalu memikirkanmu "perasaan apa ini"tanyaku dalam hati , lalu aku mencarimu lewat handphoneku dan berusaha menyapamu, kau sambut hangat sapaku kasih .
saat kedua kalinya kau ucapkan kata sapa dan perhatian,
tiba-tiba aku berfikir "apa dia cinta terakhirku" tapi masih ada rasa kesal dan amarah untukmu.
beberapa saat kehilangan kontak denganmu dengan waktu yang cukup lama dan setelah aku lepas darinya, aku berfikir lagi.
aku mencarimu, hingga kau mulai perlahan masuk kedalam hidupku .
yyaa lagi lagi aku merasa kekuatan yg berbeda saat berbicara denganmu .
ada rasa deg-degkan bila kau memanggil namaku.
entah rasa apa yg saaat ini aku rasakan kepadamu.
entah mengapa bila dekatmu aku merasa menemukan sesuatu yang hilang dari diriku, dan sejenak saja ku kehilanganmu aku merasa hancur.
ya Allah, rasa apa ini ?
Hari berlalu seiring aku mengenalnya lebih dekat
seiring perasaan ini menguat.
ya Allah, aku menyukainya ..
ternyata tak lama dia menyatakan yang aku tunggu dia memberikan aku sejuta harapan dan kasih..
Aku bahagia karena ALLAH pertemukan hati kita hingga sekarang .
aku kenal kamu, aku suka kamu, aku menyayangimu, aku mencintaimu, hingga kini aku bertahan dan setia untukmu untuk selamanya....
22072009
saat pertama kali kau memperhatikanku, seketika ada getaran yang mulai muncul dihati ini entah apa perasaan itu.
saat pertama kali ku mulai kehilangan jejakmu, aku gundah dan selalu memikirkanmu "perasaan apa ini"tanyaku dalam hati , lalu aku mencarimu lewat handphoneku dan berusaha menyapamu, kau sambut hangat sapaku kasih .
saat kedua kalinya kau ucapkan kata sapa dan perhatian,
tiba-tiba aku berfikir "apa dia cinta terakhirku" tapi masih ada rasa kesal dan amarah untukmu.
beberapa saat kehilangan kontak denganmu dengan waktu yang cukup lama dan setelah aku lepas darinya, aku berfikir lagi.
aku mencarimu, hingga kau mulai perlahan masuk kedalam hidupku .
yyaa lagi lagi aku merasa kekuatan yg berbeda saat berbicara denganmu .
ada rasa deg-degkan bila kau memanggil namaku.
entah rasa apa yg saaat ini aku rasakan kepadamu.
entah mengapa bila dekatmu aku merasa menemukan sesuatu yang hilang dari diriku, dan sejenak saja ku kehilanganmu aku merasa hancur.
ya Allah, rasa apa ini ?
Hari berlalu seiring aku mengenalnya lebih dekat
seiring perasaan ini menguat.
ya Allah, aku menyukainya ..
ternyata tak lama dia menyatakan yang aku tunggu dia memberikan aku sejuta harapan dan kasih..
Aku bahagia karena ALLAH pertemukan hati kita hingga sekarang .
aku kenal kamu, aku suka kamu, aku menyayangimu, aku mencintaimu, hingga kini aku bertahan dan setia untukmu untuk selamanya....
22072009
Selasa, 19 Juli 2011
Sebuah Surat dari Ayah dan Ibu
Anaku, Ketika saya tumbuh tua
saya harap kamu bersabar dan mengerti terhadap saya
kalau misalnya saya memecahkan piring,
atau menghamburkan sup diatas meja
karena saya kehilangan sisi penglihatan,
Saya harap kamu tidak meneriaki saya.
orang tua sangat sensitif
sangat tersinggung ketika kamu meneriaki saya
Ketika Pendengaran saya mulai terganggu
dan saya tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan
saya harap kamu tidak mengatakan saya "Tuli"
Harap ulangi yang kamu katakan atau tulis dalam secarik kertas
Maafkan saya Anakku
Saya bertambah Tua
Ketika kaki ku bertambah lemah
saya harap kamu tetap bersabar untuk membantu membangunkan
Seperti sama saat kamu kecil dulu, saya membantu kamu untuk belajar berjalan pertama kalinya
Tolong dengarkan saya
ketika saya terus mengulang diri saya, seperti sebuah rekaman rusak.
Saya harap kamu tetap mendengarkan saya
Tolong jangan tertawakan saya atau lelah mendengarkan saya
apakah kamu ingat ketika waktu kecil kamu menginginkan sebuah balon ?
kamu mengulang terus apa yang kamu minta sampai kamu mendapatkannya
maafkan aroma saya...
aroma saya seperti aroma orang tua
Tolong jangan paksa saya untuk mandi..karena tubuh saya lemah
orang tua cepat sakit ketika mereka kedinginan, saya harap saya tidak membuat kamu merasa saya jorok karena hal tersebut.
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
Saya selalu mengejarmu berlarian karena kamu tidak mau mandi.
Saya harap kamu juga bisa bersebar ketika orang tua menjadi seperti anak kecil. itu semua bagian dari semua orang tua yang akan kamu mengerti nanti ketika kamu Tua seperti saya.
dan jika kamu punya waktu, saya harap kita bisa berbincang, walaupun hanya beberapa menit, saya selalu merasa kesendirian di masa-masa tua saya dan tidak punya seseorang untuk berbicara
Saya tau kamu sibuk dengan pekerjaan, biarpun kamu tidak tertarik dengan cerita saya, tolong luangkan waktu sedikit untuk saya
Apakah kamu ingat ketika masih kecil ? saya selalu mendengarkan ceritamu ttg apa yang kalian suka
Dan ketika saatnya tiba..
saya harus sakit dan terbaring, saya harap kamu tetap bersabar untuk merawat saya
Saya minta maaf jika secara tidak sengaja mengompol atau membuat berantakan di kasur.Saya harap kamu masih tetap bersabar dimasa-masa saat terakhir saya didunia, saya tidak akan lama lagi...
Ketika waktu nya datang, Saya harap kamu memegang tangan saya untuk menghadapi kematian
Dan jangan khawatir, ketika saya bertemu Sang Pencipta, Saya akan membisikan di telinganya untuk memberkati anakku.
karena anakku mencintai Ayah dan Ibunya
terima kasih banyak atas perhatian mu, Saya mencintai mu
dengan semua cinta.... Ayah & Ibu
this is my beloved parents :)
saya harap kamu bersabar dan mengerti terhadap saya
kalau misalnya saya memecahkan piring,
atau menghamburkan sup diatas meja
karena saya kehilangan sisi penglihatan,
Saya harap kamu tidak meneriaki saya.
orang tua sangat sensitif
sangat tersinggung ketika kamu meneriaki saya
Ketika Pendengaran saya mulai terganggu
dan saya tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan
saya harap kamu tidak mengatakan saya "Tuli"
Harap ulangi yang kamu katakan atau tulis dalam secarik kertas
Maafkan saya Anakku
Saya bertambah Tua
Ketika kaki ku bertambah lemah
saya harap kamu tetap bersabar untuk membantu membangunkan
Seperti sama saat kamu kecil dulu, saya membantu kamu untuk belajar berjalan pertama kalinya
Tolong dengarkan saya
ketika saya terus mengulang diri saya, seperti sebuah rekaman rusak.
Saya harap kamu tetap mendengarkan saya
Tolong jangan tertawakan saya atau lelah mendengarkan saya
apakah kamu ingat ketika waktu kecil kamu menginginkan sebuah balon ?
kamu mengulang terus apa yang kamu minta sampai kamu mendapatkannya
maafkan aroma saya...
aroma saya seperti aroma orang tua
Tolong jangan paksa saya untuk mandi..karena tubuh saya lemah
orang tua cepat sakit ketika mereka kedinginan, saya harap saya tidak membuat kamu merasa saya jorok karena hal tersebut.
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
Saya selalu mengejarmu berlarian karena kamu tidak mau mandi.
Saya harap kamu juga bisa bersebar ketika orang tua menjadi seperti anak kecil. itu semua bagian dari semua orang tua yang akan kamu mengerti nanti ketika kamu Tua seperti saya.
dan jika kamu punya waktu, saya harap kita bisa berbincang, walaupun hanya beberapa menit, saya selalu merasa kesendirian di masa-masa tua saya dan tidak punya seseorang untuk berbicara
Saya tau kamu sibuk dengan pekerjaan, biarpun kamu tidak tertarik dengan cerita saya, tolong luangkan waktu sedikit untuk saya
Apakah kamu ingat ketika masih kecil ? saya selalu mendengarkan ceritamu ttg apa yang kalian suka
Dan ketika saatnya tiba..
saya harus sakit dan terbaring, saya harap kamu tetap bersabar untuk merawat saya
Saya minta maaf jika secara tidak sengaja mengompol atau membuat berantakan di kasur.Saya harap kamu masih tetap bersabar dimasa-masa saat terakhir saya didunia, saya tidak akan lama lagi...
Ketika waktu nya datang, Saya harap kamu memegang tangan saya untuk menghadapi kematian
Dan jangan khawatir, ketika saya bertemu Sang Pencipta, Saya akan membisikan di telinganya untuk memberkati anakku.
karena anakku mencintai Ayah dan Ibunya
terima kasih banyak atas perhatian mu, Saya mencintai mu
dengan semua cinta.... Ayah & Ibu
this is my beloved parents :)
Selasa, 12 Juli 2011
too far away.......
in every night, I will always remember you
your voice, your smile, your laughter,
all about you on my mind
I too need you
I love you too much
you're too attached in my life
You can be enlightening my day
you can melt my heart
You can remove my grief
with you I'm happy
I just want you
but you're too far away for me
love is waiting for you ..............
your voice, your smile, your laughter,
all about you on my mind
I too need you
I love you too much
you're too attached in my life
You can be enlightening my day
you can melt my heart
You can remove my grief
with you I'm happy
I just want you
but you're too far away for me
love is waiting for you ..............
Sabtu, 09 Juli 2011
SEMPURNA-Andra and the backbone
kau begitu sempurna
di mataku kau begitu indah
kau membuat diriku
akan selalu memujamu
di setiap langkahku
ku kan selalu memikirkan dirimu
tak bisa ku bayangkan
hidupku tanpa cintamu
janganlah kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
hanya bersamamu ku akan bisa
kau adalah darahku
kau adalah jantungku
kau adalah hidupku
lengkapi diriku
oh sayangku kau begitu
sempurna, sempurna
kau genggam tanganku
saat diriku lemah dan terjatuh
kau bisikkan kata
dan hapus semua sesalku
di mataku kau begitu indah
kau membuat diriku
akan selalu memujamu
di setiap langkahku
ku kan selalu memikirkan dirimu
tak bisa ku bayangkan
hidupku tanpa cintamu
janganlah kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
hanya bersamamu ku akan bisa
kau adalah darahku
kau adalah jantungku
kau adalah hidupku
lengkapi diriku
oh sayangku kau begitu
sempurna, sempurna
kau genggam tanganku
saat diriku lemah dan terjatuh
kau bisikkan kata
dan hapus semua sesalku
Bersalah !!
mungkin takkan lagi ku hampiri duri yang menusuk hati
takkan lagi ku pegang jarum waktu yg mengikis harapan
tak ingin merasa pupus
tak ingin merasa hancur
sadarkah kau ini membunuhku secara perlahan
buka matamu lihat airmataku yang mengalir untukmu
buka pikiranmu ..
jangan salahkanku jika ku acuh didepanmu
andai kau mengerti
bukan ini yang aku inginkan..
sungguh,
aku terlalu tersiksa dikeadaan ini
aku mengertimu
tapi keadaan tak akan bisa mengertimu ..
maaf, hanya itu yg selalu terucap didalam hatiku yg terdalam
mungkin kau takkan merasa betapa rasa bersalah ini selalu
menghantuiku ditiap malamku..
takkan lagi ku pegang jarum waktu yg mengikis harapan
tak ingin merasa pupus
tak ingin merasa hancur
sadarkah kau ini membunuhku secara perlahan
buka matamu lihat airmataku yang mengalir untukmu
buka pikiranmu ..
jangan salahkanku jika ku acuh didepanmu
andai kau mengerti
bukan ini yang aku inginkan..
sungguh,
aku terlalu tersiksa dikeadaan ini
aku mengertimu
tapi keadaan tak akan bisa mengertimu ..
maaf, hanya itu yg selalu terucap didalam hatiku yg terdalam
mungkin kau takkan merasa betapa rasa bersalah ini selalu
menghantuiku ditiap malamku..
Jumat, 08 Juli 2011
Wanita itu ..........
ketika Wanita MENANGIS,
ITU BUKAN BERARTI DIA SEDANG MENGELUARKAN SENJATA TERAMPUHNYA, MELAINKANJUSTRU BERARTI DIA SEDANG MENGELUARKAN SENJATA TERAKHIRNYA.
ketika Wanita MENANGIS,
ITU BUKAN BERARTI DIA TIDAK BERUSAHA MENAHANNYA, MELAINKAN KARENA PERTAHANANYA SUDAH TAK MAMPU LAGI MEMBENDUNG AIR MATANYA.
ketika Wanita MENANGIS,
ITU BUKAN KARENA DIA INGIN TERLIHAT LEMAH,
MELAINKAN KARENA DIA SUDAH TIDAK SANGGUP BERPURA-PURA KUAT.
MENGAPA WANITA MENANGIS ?
karena wanita juga seorang manusia yang memiliki perasaan.
kami tidak pernah menuntut banyak kecuali PENGERTIAN.
kadang kami terlihat manja, banyak maunya, atau mungkin di mata lelaki seperti kalian,
kami ini hanyalah makhluk yang MENYUSAHKAN.
tapi ketahuilah, kami masih tetap berdiri tegar meski kalian telah menghantam kami dengan banyak rasa sakit yang mendera.
kami masih tetap seperti orang yang sama ketika kalian berusaha pergi dan menghindar lantas datang kembali membawa asa.
meski kami terlihat tidak peduli, meski kami terlihat mengacuhkan, tapi percayalah jauh di lubuk hati kami, kami punya sejuta doa untuk kalian.karena kita ditakdirkan untuk berpasangan, tidak untuk menjalan kesendirian.
kami memang selalu tampak berlebihan dalam mengeksplorasi perasaan kami,
itulah mengapa anak selalu terlahir dari rahim kami kaum wanita.
karena tuhan ciptakan ruang luas dibawah hatikami untuk tempat bernaungnya hasil-hasil cinta kita.
karena ya,lagi-lagi kami ini wanita,
dimana tuhan menakdirkan kami sebagai
makhluk yang akan terlihat lemah diluar tapi kuat didalamnya.
MAKA HARGAILAH KEBERADAAN KAMI,
SEKECIL APAPUN ARTINYA DALAM HIDUP KALIAN.
ITU BUKAN BERARTI DIA SEDANG MENGELUARKAN SENJATA TERAMPUHNYA, MELAINKANJUSTRU BERARTI DIA SEDANG MENGELUARKAN SENJATA TERAKHIRNYA.
ketika Wanita MENANGIS,
ITU BUKAN BERARTI DIA TIDAK BERUSAHA MENAHANNYA, MELAINKAN KARENA PERTAHANANYA SUDAH TAK MAMPU LAGI MEMBENDUNG AIR MATANYA.
ketika Wanita MENANGIS,
ITU BUKAN KARENA DIA INGIN TERLIHAT LEMAH,
MELAINKAN KARENA DIA SUDAH TIDAK SANGGUP BERPURA-PURA KUAT.
MENGAPA WANITA MENANGIS ?
karena wanita juga seorang manusia yang memiliki perasaan.
kami tidak pernah menuntut banyak kecuali PENGERTIAN.
kadang kami terlihat manja, banyak maunya, atau mungkin di mata lelaki seperti kalian,
kami ini hanyalah makhluk yang MENYUSAHKAN.
tapi ketahuilah, kami masih tetap berdiri tegar meski kalian telah menghantam kami dengan banyak rasa sakit yang mendera.
kami masih tetap seperti orang yang sama ketika kalian berusaha pergi dan menghindar lantas datang kembali membawa asa.
meski kami terlihat tidak peduli, meski kami terlihat mengacuhkan, tapi percayalah jauh di lubuk hati kami, kami punya sejuta doa untuk kalian.karena kita ditakdirkan untuk berpasangan, tidak untuk menjalan kesendirian.
kami memang selalu tampak berlebihan dalam mengeksplorasi perasaan kami,
itulah mengapa anak selalu terlahir dari rahim kami kaum wanita.
karena tuhan ciptakan ruang luas dibawah hatikami untuk tempat bernaungnya hasil-hasil cinta kita.
karena ya,lagi-lagi kami ini wanita,
dimana tuhan menakdirkan kami sebagai
makhluk yang akan terlihat lemah diluar tapi kuat didalamnya.
MAKA HARGAILAH KEBERADAAN KAMI,
SEKECIL APAPUN ARTINYA DALAM HIDUP KALIAN.
Kamis, 07 Juli 2011
Maaf yang terlupa
mungkin bagi mereka .
aku manja
aku cerewet
aku cengeng
mereka tak sadar bahwa mulut mereka tajam bagai belati yg baru diasah .
aku manja karna aku sakit .
aku cerewet saat mereka mulai membentak aku .
aku cengeng saat aku tidak bisa menahan semua .
aku ini setumpuk emosi yg tak pernah tersenyum.
beribu sesal, amarah menumpuk di dalam dada.
kalian membuat aku mati .
aku tanaman kering yg lupa disiram, dan kini dibuang .
maaf pun terlupa .
aku manja
aku cerewet
aku cengeng
mereka tak sadar bahwa mulut mereka tajam bagai belati yg baru diasah .
aku manja karna aku sakit .
aku cerewet saat mereka mulai membentak aku .
aku cengeng saat aku tidak bisa menahan semua .
aku ini setumpuk emosi yg tak pernah tersenyum.
beribu sesal, amarah menumpuk di dalam dada.
kalian membuat aku mati .
aku tanaman kering yg lupa disiram, dan kini dibuang .
maaf pun terlupa .
Rabu, 06 Juli 2011
Dampak Buruk Akibat Uzlah : Buta Terhadap Kadar Kemampuan Pribadi
a. Buta terhadap Kadar kemampuan Pribadi
Sekalipun manusia memiliki kecerdasan dan kecermalangan berpikir, namun ia tidak akan mungkin mampu menilai kemampuan dan potensi yang ada pada diri pribadinya secara rinci. Ia tetap memerlukan orang lain yang akan bertindak sebagai penolongnya. Sebagai contoh, sekalipun contoh ini tidak mutlak, seorang tidak akan mungkin dapat membuktikan terhadap apa yang ada dalam pribadinya berupa sikap ananiyah (egois), itsaar (mengutamakan orang lain), dan ta'awun (tolong-menolong), kecuali jika ia hidup dengan manusia lainnya dan bergaul bersamanya. Dengan bergaul secara nyata dengan sesamanya, maka akan terbukti apakah dirinya memiliki sifat-sifat seperti itu atau justru sebaliknya.
Demikian pula kita tidak mungkin dapat melihat apakah kita telah memiliki sikap sabar dan cermat, atau justru sebaliknya, kita ternyata bersikap ceroboh dan tergesa-gesa, kecuali jika kita telah bergaul bersama manusia lainnya. Kita pun tidak mungkin pula mengetahui apakah kita telah memiliki sikap berani, atau justru sebaliknya, ternyata kita ini sebenarnya bersifat pengecut, kecuali jika kita telah hidup berbaur bersama manusia lainnya.
Mungkin inilah rahasia firman-Nya yang menyebutkan,
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا ﴿١٠٣﴾ الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا ﴿١٠٤﴾
Katakanlah, "Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam dunia ini? Sedangkan ia menyangka bahwa mereka berbuat baik-baik". (QS. Al-Kahfi [18] : 103-104)
Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mukmin adalah cermin bagi saudara mukmin lainnya". (HR. Abu Daud)
Serta ucapan Umar bin Khatthab r.a., "Tunjukkanlah kepadaku keburukan-keburukanku". (Mukhtashar minhaaj al-Qaashidiin, hal. 171)
Jadi, jalan itulah yang akan membuktikan seorang mukmin terhadap kadar dan kemampuan atau kekurangan, kekuatan atau kelemahan dirinyha. Jika ia masih merasa lebih banyak kelemahan dan kekurangannhya, maka ia akan berusaha melengkapi dan memperkuat kekurangannya dan kelemahannya.
b. Terhalang dari Pertolongan Orang lain
Di antara manusia ada yang telah mengetahui dan menyadari akan berbagai keburukan yang terdapat dalam dirinya. Akan tetapi, seringkali dirinya itu tidak memiliki kemauan yang cukup kuat dan tekad yang kuat untuk mengatasi dan mengubahnya, sehingga ia tidak mampu memperbaiki dan meluruskan dirinya. Oleh karena itu, bagi orang yang semacam itu mutlak diperlukan seseorang yang akan bertindak sebagai penolong dalam mengatasi masalahnya. Akan tetapi, jika ia memilih bersikap 'uzlah' dan mengisolasi diri dari masyarakat, maka ia akan terhalang mendapatkan pertolongan itu. Ia akan tetap tenggelam dalam suatu kesalahan dan maksiat sepanjang hidupnya.
Oleh karena itu, Rasulullah shallahu alaihi wasslam bersabda, "Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya, jika ia mendapatkan aib, maka ia akan membetulkannya". (HR. Bukhari)
"Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah suatu kebaikan, maka ia akan diberi seorang teman yang shalih. Jika ia lupa maka ia akan diingatkan, dan jika ingat maka akan ditolong". (HR. Ahmad)
c. Terhambatnya Kemampuan dan Potensi Dasar dalam Jiwa
Sebagaimana diketahui, manusia terdiri atas unsur jasad, akal, dan roh, atau terdiri atas unsur material dan spiritual. Sedangkan rohani atau spiritual tersebut dibekali dengan seperangkat gharizah (perangai) yang saling mengimbangi dan memengaruhi. Kedua perangai yang berlawanan tersebut akan berpasangan dalam jiwa manusia, seperti rasa kawatir dan berharap, cinta dan benci, kecenderungan kepada sesuatu yang nyata dan kepada suatu yang khayal, kekuatan lahir dan bathin, suka kepada suatu yang diharuskan dan cenderung kepada sesuatu yang dianjurkan, senang pda hidup sendiri dan bermasyarakat, negatif dan positif, dan lain-lain. Semuanya itu adlah gharizah-gharizah yang saling berimbang dan saliang memberi pengaruh, sebagaimana yang kita rasakan.
Hidup berjamaah dan berinteraksi dengan manusia merupaka satu-satunya arena yang akan menggerakkan segenap potensi dasar dan jiwa seorang muslim. Dengan demikian, setiap perangkat gharizah dapat bekerja secara seimbang dan bersama-sama. Pada saat itulah akan terbentuk suatu kepribadian yagn seimbang dan saling menyempurnakan, tanpa ada suatu penyimpangan dan kebengkokkan, serta terlindung dari tipu daya setan yang menyesatkan.
Dengan demikian pula maka ketika seorang muslim yang menjauhi jamaah dan menutup diri dari kehidupan bermasyarakat serta menjalani pola hidup 'uzlah' dan 'tafarrud', maka sudah pasti sikap tersebut akan menghambat sebagian kemampuan dan potensi gharizah-nya. Karena itu, ia akan mengalami kegelisahan dan keresahan dalam jiwa. Terlebih lagi jika ia memiliki waktu luang yang banyak, maka hal itu akan dimanfaatkan sebagai arena beraksinya setan, manusia, dan setan-jin untuk melancarkan tipu daya dan menyesatkannya.
Mungkin inilah keadaan yang pernah menjadi perhatian Nabi Shallahu alaihi was sallam dalam sabdanya, "...Maka barangsiapa yang ingin merasakan kenikmatan Surga hendaklah ia melazimi (selalu menyertai) jamaah, karena sesungguhnya setan itu akan beserta dengan orang yang sendiri dan akan menjauh dari orang yang berdua..." (Hadist Shahih, lihat kitab Takhriijul-Ahadiits, ash-Shahihah, al-Albani, 1/134)
Sekalipun manusia memiliki kecerdasan dan kecermalangan berpikir, namun ia tidak akan mungkin mampu menilai kemampuan dan potensi yang ada pada diri pribadinya secara rinci. Ia tetap memerlukan orang lain yang akan bertindak sebagai penolongnya. Sebagai contoh, sekalipun contoh ini tidak mutlak, seorang tidak akan mungkin dapat membuktikan terhadap apa yang ada dalam pribadinya berupa sikap ananiyah (egois), itsaar (mengutamakan orang lain), dan ta'awun (tolong-menolong), kecuali jika ia hidup dengan manusia lainnya dan bergaul bersamanya. Dengan bergaul secara nyata dengan sesamanya, maka akan terbukti apakah dirinya memiliki sifat-sifat seperti itu atau justru sebaliknya.
Demikian pula kita tidak mungkin dapat melihat apakah kita telah memiliki sikap sabar dan cermat, atau justru sebaliknya, kita ternyata bersikap ceroboh dan tergesa-gesa, kecuali jika kita telah bergaul bersama manusia lainnya. Kita pun tidak mungkin pula mengetahui apakah kita telah memiliki sikap berani, atau justru sebaliknya, ternyata kita ini sebenarnya bersifat pengecut, kecuali jika kita telah hidup berbaur bersama manusia lainnya.
Mungkin inilah rahasia firman-Nya yang menyebutkan,
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا ﴿١٠٣﴾ الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا ﴿١٠٤﴾
Katakanlah, "Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam dunia ini? Sedangkan ia menyangka bahwa mereka berbuat baik-baik". (QS. Al-Kahfi [18] : 103-104)
Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mukmin adalah cermin bagi saudara mukmin lainnya". (HR. Abu Daud)
Serta ucapan Umar bin Khatthab r.a., "Tunjukkanlah kepadaku keburukan-keburukanku". (Mukhtashar minhaaj al-Qaashidiin, hal. 171)
Jadi, jalan itulah yang akan membuktikan seorang mukmin terhadap kadar dan kemampuan atau kekurangan, kekuatan atau kelemahan dirinyha. Jika ia masih merasa lebih banyak kelemahan dan kekurangannhya, maka ia akan berusaha melengkapi dan memperkuat kekurangannya dan kelemahannya.
b. Terhalang dari Pertolongan Orang lain
Di antara manusia ada yang telah mengetahui dan menyadari akan berbagai keburukan yang terdapat dalam dirinya. Akan tetapi, seringkali dirinya itu tidak memiliki kemauan yang cukup kuat dan tekad yang kuat untuk mengatasi dan mengubahnya, sehingga ia tidak mampu memperbaiki dan meluruskan dirinya. Oleh karena itu, bagi orang yang semacam itu mutlak diperlukan seseorang yang akan bertindak sebagai penolong dalam mengatasi masalahnya. Akan tetapi, jika ia memilih bersikap 'uzlah' dan mengisolasi diri dari masyarakat, maka ia akan terhalang mendapatkan pertolongan itu. Ia akan tetap tenggelam dalam suatu kesalahan dan maksiat sepanjang hidupnya.
Oleh karena itu, Rasulullah shallahu alaihi wasslam bersabda, "Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya, jika ia mendapatkan aib, maka ia akan membetulkannya". (HR. Bukhari)
"Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah suatu kebaikan, maka ia akan diberi seorang teman yang shalih. Jika ia lupa maka ia akan diingatkan, dan jika ingat maka akan ditolong". (HR. Ahmad)
c. Terhambatnya Kemampuan dan Potensi Dasar dalam Jiwa
Sebagaimana diketahui, manusia terdiri atas unsur jasad, akal, dan roh, atau terdiri atas unsur material dan spiritual. Sedangkan rohani atau spiritual tersebut dibekali dengan seperangkat gharizah (perangai) yang saling mengimbangi dan memengaruhi. Kedua perangai yang berlawanan tersebut akan berpasangan dalam jiwa manusia, seperti rasa kawatir dan berharap, cinta dan benci, kecenderungan kepada sesuatu yang nyata dan kepada suatu yang khayal, kekuatan lahir dan bathin, suka kepada suatu yang diharuskan dan cenderung kepada sesuatu yang dianjurkan, senang pda hidup sendiri dan bermasyarakat, negatif dan positif, dan lain-lain. Semuanya itu adlah gharizah-gharizah yang saling berimbang dan saliang memberi pengaruh, sebagaimana yang kita rasakan.
Hidup berjamaah dan berinteraksi dengan manusia merupaka satu-satunya arena yang akan menggerakkan segenap potensi dasar dan jiwa seorang muslim. Dengan demikian, setiap perangkat gharizah dapat bekerja secara seimbang dan bersama-sama. Pada saat itulah akan terbentuk suatu kepribadian yagn seimbang dan saling menyempurnakan, tanpa ada suatu penyimpangan dan kebengkokkan, serta terlindung dari tipu daya setan yang menyesatkan.
Dengan demikian pula maka ketika seorang muslim yang menjauhi jamaah dan menutup diri dari kehidupan bermasyarakat serta menjalani pola hidup 'uzlah' dan 'tafarrud', maka sudah pasti sikap tersebut akan menghambat sebagian kemampuan dan potensi gharizah-nya. Karena itu, ia akan mengalami kegelisahan dan keresahan dalam jiwa. Terlebih lagi jika ia memiliki waktu luang yang banyak, maka hal itu akan dimanfaatkan sebagai arena beraksinya setan, manusia, dan setan-jin untuk melancarkan tipu daya dan menyesatkannya.
Mungkin inilah keadaan yang pernah menjadi perhatian Nabi Shallahu alaihi was sallam dalam sabdanya, "...Maka barangsiapa yang ingin merasakan kenikmatan Surga hendaklah ia melazimi (selalu menyertai) jamaah, karena sesungguhnya setan itu akan beserta dengan orang yang sendiri dan akan menjauh dari orang yang berdua..." (Hadist Shahih, lihat kitab Takhriijul-Ahadiits, ash-Shahihah, al-Albani, 1/134)
Rabu, 29 Juni 2011
Berpuasa di Bulan Ramadhan
Kewajiban Berpuasa Ramadhan
Juli 18, 2011 — oRiDo™
bismillahhirrahmanirrahim
Hai Orang-Orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas Orang-Orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
[QS. Al Baqarah (2) ayat 183]
Allah SWT mewajibkan umat muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan, berikut ganjaran yang akan diterima bagi oraang yang meninggalkan puasa Ramadhan:
1 hari tidak cukup diganti dengan 1tahun Penuh
Sahabat Abi Hurairah Ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Barangsiapa berbuka (tidak puasa) satu hari saja di bulan Ramadhan tanpa adanya Rukhshah atau sakit, maka tidak cukup puasa yang ditinggalkan itu diganti dengan puasa satu tahun penuh." (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya. Sedang teks hadis ini menurut Riwayat Tirmidzi).
Penghuni Neraka, diikat Lehernya Hingga Darahnya Mengalir Deras
Sahabat Abi Umamah Al-Bahili Ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: "Pada suatu ketika aku sedang tidur, tiba-tiba datang dua orang lelaki yang langsung memegang lenganku, lalu menunjukkan kepadaku sebuah gunung besar. Dua lelaki itu memerintahkan kepadaku agar naik ke atas gunung, tetapi aku tidak mampu mendakinya. Lalu mereka berkata: "Kami akan memberikan kemudahan kepadamu." Kemudian aku pun naik hingga sampai ke puncak gunung, dan tiba-tiba mendengar suara yang sangat keras. Aku bertanya: "Suara apakah ini?" Mereka menjawab: "Ini adalah suara jeritan penghuni neraka." Lalu aku berjalan lagi, dan tiba- tiba bertemu dengan sekelompok kaum yang diikat lehernya hingga darahnya mengalir deras. Aku pun bertanya: "Siapakah mereka?" Jawabnya: "Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum datang waktu berbuka." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).
Kafir, Halal Darahnya.
Sahabat Ibnu Abbas Ra menerangkan, bahwa Hamad bin Zaid telah berkata (hadis ini telah dimarfu’kan sampai kepada Nabi saw), bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Islam adalah telanjang. Sedang tiang penyangga berdirinya Islam ada tiga perkara. Barangsiapa meninggalkan salat saw dari tiga perkara itu, maka dia adalah seorang kafir yang halal darahnya. Tiga perkara itu adalah bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, melaksanakan shalat fardhu, dan berpuasa di bulan Ramadhan." (HR. Abu Ya’la dengan sanad hasan).

glitter-graphics.com
Juli 18, 2011 — oRiDo™
bismillahhirrahmanirrahim
Hai Orang-Orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas Orang-Orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
[QS. Al Baqarah (2) ayat 183]
Allah SWT mewajibkan umat muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan, berikut ganjaran yang akan diterima bagi oraang yang meninggalkan puasa Ramadhan:
1 hari tidak cukup diganti dengan 1tahun Penuh
Sahabat Abi Hurairah Ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Barangsiapa berbuka (tidak puasa) satu hari saja di bulan Ramadhan tanpa adanya Rukhshah atau sakit, maka tidak cukup puasa yang ditinggalkan itu diganti dengan puasa satu tahun penuh." (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya. Sedang teks hadis ini menurut Riwayat Tirmidzi).
Penghuni Neraka, diikat Lehernya Hingga Darahnya Mengalir Deras
Sahabat Abi Umamah Al-Bahili Ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: "Pada suatu ketika aku sedang tidur, tiba-tiba datang dua orang lelaki yang langsung memegang lenganku, lalu menunjukkan kepadaku sebuah gunung besar. Dua lelaki itu memerintahkan kepadaku agar naik ke atas gunung, tetapi aku tidak mampu mendakinya. Lalu mereka berkata: "Kami akan memberikan kemudahan kepadamu." Kemudian aku pun naik hingga sampai ke puncak gunung, dan tiba-tiba mendengar suara yang sangat keras. Aku bertanya: "Suara apakah ini?" Mereka menjawab: "Ini adalah suara jeritan penghuni neraka." Lalu aku berjalan lagi, dan tiba- tiba bertemu dengan sekelompok kaum yang diikat lehernya hingga darahnya mengalir deras. Aku pun bertanya: "Siapakah mereka?" Jawabnya: "Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum datang waktu berbuka." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).
Kafir, Halal Darahnya.
Sahabat Ibnu Abbas Ra menerangkan, bahwa Hamad bin Zaid telah berkata (hadis ini telah dimarfu’kan sampai kepada Nabi saw), bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Islam adalah telanjang. Sedang tiang penyangga berdirinya Islam ada tiga perkara. Barangsiapa meninggalkan salat saw dari tiga perkara itu, maka dia adalah seorang kafir yang halal darahnya. Tiga perkara itu adalah bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, melaksanakan shalat fardhu, dan berpuasa di bulan Ramadhan." (HR. Abu Ya’la dengan sanad hasan).
glitter-graphics.com
Senin, 27 Juni 2011
Menjadi sahabat sejati
Persahabatan diatur hukum karma. Dengan kata lain, kamu akan mendapat apa yang kamu berikan. Jika kamu menyimpan rahasia teman-temanmu, kemungkinan besar mereka akan menyimpan rahasia-rahasiamu. Jika kamu memperlakukan mereka dengan hormat, kemungkinan besar mereka akan bersikap yang sama padamu. Namun sebaliknya, jika kamu menggosipkan mereka, siap-siap menerima hal yang sama dari mereka. Jika kamu hanya memanfaatkan mereka demi apa yang bisa mereka berikan padamu--popularitas, status , uang, bantuan akademis, apapun bersiaplah jadi orang yang disingkirkan kapan saja oleh mereka .
Jaga persahabatan sebagai sesuatu yang suci . Diterima ke dalam lingkungan pribadi seseorang merupakan sesuatu kehormatan; perlakukanlah dengan cara yang sama..
This is my friends and best friends..
Jaga persahabatan sebagai sesuatu yang suci . Diterima ke dalam lingkungan pribadi seseorang merupakan sesuatu kehormatan; perlakukanlah dengan cara yang sama..
This is my friends and best friends..
Sabtu, 25 Juni 2011
Fakta tentang anak kedua..
Benarkah anak kedua cenderung bermasalah dalam keluarga? Ungkap rahasianya di sini.
KapanLagi.com - Oleh : EW Andayani
Anak pertama itu selalu melindungi keluarga dan berjiwa pemimpin, anak terakhir itu kebanyakan manja. Bagaimana dengan anak kedua, atau anak tengah? Begitulah kenyataannya, anak kedua hampir tidak pernah disebut-sebut dan sering terlupakan begitu saja.
Tidak hanya saat balita dan anak-anak, namun ketika si anak beranjak dewasa pun hal ini masih terjadi. Dalam acara-acara keluarga, anak tertua dan bungsu selalu ditanyakan kehadirannya. Simak saja ketika tiga orang anak ini diperkenalkan bersama-sama, orang akan lebih tertarik pada perkembangan yang paling tua dan yang paling kecil.
Tentu saja perbedaan perlakuan ini memberikan efek pada anak kedua. Namun seperti biasa, apa yang terjadi pada anak kedua selalu tidak lebih menarik dari kakak atau adiknya. Jadi jangan heran jika Anda merasa tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang hal ini.
Alfred Adler, seorang dokter medis dan psikolog yang juga teman sejawat Sigmund Freud, adalah orang yang mengemukakan pendapat ini. Didukung dengan sejumlah penelitian, ditemukan bahwa urutan kelahiran seorang anak menentukan kepribadiannya. Pribadi anak pertama dan anak terakhir, tentu Anda sudah sering mendengar dan memang benar adanya demikian. Kali ini, mari kita melihat apa yang terjadi dan dirasakan anak kedua.
Terasing
Anak kedua atau anak tengah sering merasa terasing dalam keluarganya sendiri. Hal ini disebabkan anak pertama biasanya mendapatkan rasa antusias dan perhatian yang besar dari kedua orangtua karena inilah pertama kalinya mereka memiliki anak. Dari rasa antusias dan kecintaan yang dalam ini, timbul tuntutan dari orang tua bahwa anak pertama harus berhasil, harus menjadi panutan adik-adiknya, harus ini dan harus itu. Oleh karena tuntutan tersebut, segala hal tentang anak pertama jadi perhatian kedua orangtuanya. Anak terakhir juga lebih diperhatikan karena selalu dianggap paling kecil dan harus dibantu dalam segala hal. Maka tinggallah anak kedua seorang diri.
Paling beda
Sebenarnya, diakui atau tidak, setiap anak selalu berjuang untuk memperoleh atensi dan afeksi dari orang tuanya. Dengan keadaan perhatian orang tua yang demikian, membuat anak kedua berpikir untuk melakukan sesuatu yang lain dari saudaranya. Jika saudaranya baik, maka anak kedua bisa menjadi pribadi yang tidak menyenangkan dan pencari masalah. Sebaliknya, jika saudaranya tidak terlalu baik, maka dia akan berusaha sebisa mungkin menjadi pribadi yang sangat baik. Bahkan secara penampilan dan gaya hidup, mereka akan selalu mencari sesuatu yang berbeda dari saudara-saudaranya. Inilah yang membuat mereka berbeda.
Kreatif dan bebas
Sering sendirian dan bersemangat untuk melakukan sesuatu, membuat imajinasi anak kedua berkembang dengan baik. Pekerjaan seni dan yang membutuhkan kreativitas lainnya sangat sesuai dengan anak kedua, namun mereka tidak bisa bekerja di bawah tekanan. Mereka sangat mencintai fleksibilitas, pekerjaan yang bisa membuat mereka bebas mengekspresikan dirinya dan tidak mengikat dari segi waktu maupun peraturan. Dalam sejarahnya, kebanyakan anak kedua selalu tidak bisa menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulainya. Tidak menyelesaikan kuliahnya, tidak menyelesaikan kerajinan tangan yang dibuatnya, dan banyak lagi.
Friendly
Paham benar rasanya terasing dan tidak berkawan, anak kedua suka bekerja dengan orang lain dan cinta persahabatan. Mereka selalu berusaha menyenangkan orang lain dan menjadi perekat persahabatan teman-temannya. Namun hal ini juga menyebabkan mereka tidak pandai dan tidak berani mengambil keputusan dalam segala hal, terutama yang menyangkut dirinya sendiri, karena takut merugikan orang lain.
Bermasalah dalam hubungan
Oleh karena kebutuhannya akan perhatian yang besar, ketakutan untuk menjadi terasing dan juga hubungan dalam keluarga yang tidak baik, seorang anak kedua cenderung sulit untuk membentuk keluarga dan menjadi masalah dalam hubungan serius dengan pasangannya. Mereka akan menuntut perhatian dan selalu berprasangka bahwa mereka tidak diinginkan. Parahnya lagi, mereka akan cenderung menyalahkan diri sendiri dalam segala hal.
Beberapa pribadi negatif di sini sebenarnya cukup mudah untuk dikurangi, yaitu berikan perhatian pada anak kedua Anda. Bahkan berikan perhatian yang lebih, karena secara naluri Anda akan cenderung mengabaikan mereka. Dengan perhatian yang cukup dan tidak membeda-bedakan anak pertama dan anak
bungsu, ketiga anak Anda akan menjadi pribadi yang menyenangkan semuanya.
Solusi ini juga berlaku jika pasangan Anda adalah anak kedua. Coba perhatikan dan Anda akan menemukan beberapa pribadinya sama dengan yang digambarkan di sini. Berikan perhatian yang lebih, maka sisi negatif pasangan Anda akan
tenggelam oleh pribadi positifnya. (wo/miw)
KapanLagi.com - Oleh : EW Andayani
Anak pertama itu selalu melindungi keluarga dan berjiwa pemimpin, anak terakhir itu kebanyakan manja. Bagaimana dengan anak kedua, atau anak tengah? Begitulah kenyataannya, anak kedua hampir tidak pernah disebut-sebut dan sering terlupakan begitu saja.
Tidak hanya saat balita dan anak-anak, namun ketika si anak beranjak dewasa pun hal ini masih terjadi. Dalam acara-acara keluarga, anak tertua dan bungsu selalu ditanyakan kehadirannya. Simak saja ketika tiga orang anak ini diperkenalkan bersama-sama, orang akan lebih tertarik pada perkembangan yang paling tua dan yang paling kecil.
Tentu saja perbedaan perlakuan ini memberikan efek pada anak kedua. Namun seperti biasa, apa yang terjadi pada anak kedua selalu tidak lebih menarik dari kakak atau adiknya. Jadi jangan heran jika Anda merasa tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang hal ini.
Alfred Adler, seorang dokter medis dan psikolog yang juga teman sejawat Sigmund Freud, adalah orang yang mengemukakan pendapat ini. Didukung dengan sejumlah penelitian, ditemukan bahwa urutan kelahiran seorang anak menentukan kepribadiannya. Pribadi anak pertama dan anak terakhir, tentu Anda sudah sering mendengar dan memang benar adanya demikian. Kali ini, mari kita melihat apa yang terjadi dan dirasakan anak kedua.
Terasing
Anak kedua atau anak tengah sering merasa terasing dalam keluarganya sendiri. Hal ini disebabkan anak pertama biasanya mendapatkan rasa antusias dan perhatian yang besar dari kedua orangtua karena inilah pertama kalinya mereka memiliki anak. Dari rasa antusias dan kecintaan yang dalam ini, timbul tuntutan dari orang tua bahwa anak pertama harus berhasil, harus menjadi panutan adik-adiknya, harus ini dan harus itu. Oleh karena tuntutan tersebut, segala hal tentang anak pertama jadi perhatian kedua orangtuanya. Anak terakhir juga lebih diperhatikan karena selalu dianggap paling kecil dan harus dibantu dalam segala hal. Maka tinggallah anak kedua seorang diri.
Paling beda
Sebenarnya, diakui atau tidak, setiap anak selalu berjuang untuk memperoleh atensi dan afeksi dari orang tuanya. Dengan keadaan perhatian orang tua yang demikian, membuat anak kedua berpikir untuk melakukan sesuatu yang lain dari saudaranya. Jika saudaranya baik, maka anak kedua bisa menjadi pribadi yang tidak menyenangkan dan pencari masalah. Sebaliknya, jika saudaranya tidak terlalu baik, maka dia akan berusaha sebisa mungkin menjadi pribadi yang sangat baik. Bahkan secara penampilan dan gaya hidup, mereka akan selalu mencari sesuatu yang berbeda dari saudara-saudaranya. Inilah yang membuat mereka berbeda.
Kreatif dan bebas
Sering sendirian dan bersemangat untuk melakukan sesuatu, membuat imajinasi anak kedua berkembang dengan baik. Pekerjaan seni dan yang membutuhkan kreativitas lainnya sangat sesuai dengan anak kedua, namun mereka tidak bisa bekerja di bawah tekanan. Mereka sangat mencintai fleksibilitas, pekerjaan yang bisa membuat mereka bebas mengekspresikan dirinya dan tidak mengikat dari segi waktu maupun peraturan. Dalam sejarahnya, kebanyakan anak kedua selalu tidak bisa menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulainya. Tidak menyelesaikan kuliahnya, tidak menyelesaikan kerajinan tangan yang dibuatnya, dan banyak lagi.
Friendly
Paham benar rasanya terasing dan tidak berkawan, anak kedua suka bekerja dengan orang lain dan cinta persahabatan. Mereka selalu berusaha menyenangkan orang lain dan menjadi perekat persahabatan teman-temannya. Namun hal ini juga menyebabkan mereka tidak pandai dan tidak berani mengambil keputusan dalam segala hal, terutama yang menyangkut dirinya sendiri, karena takut merugikan orang lain.
Bermasalah dalam hubungan
Oleh karena kebutuhannya akan perhatian yang besar, ketakutan untuk menjadi terasing dan juga hubungan dalam keluarga yang tidak baik, seorang anak kedua cenderung sulit untuk membentuk keluarga dan menjadi masalah dalam hubungan serius dengan pasangannya. Mereka akan menuntut perhatian dan selalu berprasangka bahwa mereka tidak diinginkan. Parahnya lagi, mereka akan cenderung menyalahkan diri sendiri dalam segala hal.
Beberapa pribadi negatif di sini sebenarnya cukup mudah untuk dikurangi, yaitu berikan perhatian pada anak kedua Anda. Bahkan berikan perhatian yang lebih, karena secara naluri Anda akan cenderung mengabaikan mereka. Dengan perhatian yang cukup dan tidak membeda-bedakan anak pertama dan anak
bungsu, ketiga anak Anda akan menjadi pribadi yang menyenangkan semuanya.
Solusi ini juga berlaku jika pasangan Anda adalah anak kedua. Coba perhatikan dan Anda akan menemukan beberapa pribadinya sama dengan yang digambarkan di sini. Berikan perhatian yang lebih, maka sisi negatif pasangan Anda akan
tenggelam oleh pribadi positifnya. (wo/miw)
Sabtu, 28 Mei 2011
semua yang ku alami hanya bisa aku tulis dalam sebuah coretan kertas
sungguh tak mengerti orang memandangku dengan rasa enggan
mereka melihatku adalah seorang beruntung
apakah demikian ?
ya, aku hanya berusaha menyenangkan orang lain.
itu saja yang aku lakukan selama ini ke mereka .
aku menghargai apa yg mereka lakukan selagi mereka masih benar .
ya aku punya segalanya..
materi ? aku tidak merasa kekurangan .
sahabat, cinta, jabatan, teman-temang yg banyak.
aku punya semua.
aku bersyukur atas nikmat yg diberi oleh-Nya kepadaku .
aku masih bisa mengatasi orang-orang yg iri kepadaku .
aku tau cerita demi cerita hidupku, dan aku memahami apa yg seharusnya aku ambil untuk bekal aku melangkah menuju masa depanku .
semua orang mempunyai mimpi yg sama .
yaitu menjadi manusia yg mulia di hadapan ALLAH SWT dan oleh sesama manusia .
tapi semua orang mempunyai misi yg berbeda .
ya, aku menyadari itu semua .
dan mulai dari dini aku belajar untuk menghargai diri sendiri dan memahami orang lain ,
memang lebih sulit memahami diri sendiri daripada memahami orang lain .
kita harus tau dimana kekurangan serta kelebihan diri kita, itu yg sangat sulit bagiku untuk menjadi orang yg pertama tau tentang di dalam diriku .
jika dibilang aku merasa beruntung ,
ya aku merasa beruntung semua yg orang inginkan aku sudah punya ,,
tapi untuk mempertahankan itu semua menjadi seimbang itu susah.
ada kalanya diri ini terasa letih untuk menghadapi persoalan yg ada di dalam hidup.
tapi aku mencoba bangkit, bahwa aku masih mempunyai orang-orang di sekelilingku.
jadi untuk apa aku merasa sendiri dan takut .
umurku semakin bertambah meranjak dewasa..
aku remaja yg menjadi tempat mengadu teman-temanku .
aku rela jika mereka menjadikanku hanya pelarian dan pelampiasan atas masalah mereka ,
aku senang aku masih diingat ya walaupun diingat saat orang-orang di sekelilingku jatuh ,
aku merasa lega jika melihat mereka tersenyum kembali karena ku .
itu hal yg bisa membangkitkan aku disaat aku juga merasa falling down .
ya, cinta tidak pernah habis untukku dia selalu ada mengisi, walau terkadang membuat aku jatuh dan berhenti berharap.
tapi itu tidak sebanding dengan kekuatan cinta yg mampu menggopoh aku melanjutkan hidup .
love from God, and love from Boy friend and best friend.
sahabat, mereka memang selalu mendukung aku disaat tidak ada seorang pun yg percaya padaku .
mereka tidak pernah mau untuk kehilangan aku, begitupun aku ke mereka .
keluarga, keluarga sumber kekuatanku .
keluarga yg mampu mengajarkan aku tentang banyak hal untuk aku menyikapi apa sudah terjadi maupun yg belum terjadi .
dikeluarga aku belajar untuk menjadi pribadi yg dewasa dan menyenangkan .
aku punya itu semua ..
dan aku harus tetap berendah hati kepada siapapun ,,
SEKALI LAGI,
ternyata mempertahankan itu semua untuk tetap menjadi milikku tidaklah sangat mudah, tidak semudah aku mendapatkan itu semua ..
I realize ....
sungguh tak mengerti orang memandangku dengan rasa enggan
mereka melihatku adalah seorang beruntung
apakah demikian ?
ya, aku hanya berusaha menyenangkan orang lain.
itu saja yang aku lakukan selama ini ke mereka .
aku menghargai apa yg mereka lakukan selagi mereka masih benar .
ya aku punya segalanya..
materi ? aku tidak merasa kekurangan .
sahabat, cinta, jabatan, teman-temang yg banyak.
aku punya semua.
aku bersyukur atas nikmat yg diberi oleh-Nya kepadaku .
aku masih bisa mengatasi orang-orang yg iri kepadaku .
aku tau cerita demi cerita hidupku, dan aku memahami apa yg seharusnya aku ambil untuk bekal aku melangkah menuju masa depanku .
semua orang mempunyai mimpi yg sama .
yaitu menjadi manusia yg mulia di hadapan ALLAH SWT dan oleh sesama manusia .
tapi semua orang mempunyai misi yg berbeda .
ya, aku menyadari itu semua .
dan mulai dari dini aku belajar untuk menghargai diri sendiri dan memahami orang lain ,
memang lebih sulit memahami diri sendiri daripada memahami orang lain .
kita harus tau dimana kekurangan serta kelebihan diri kita, itu yg sangat sulit bagiku untuk menjadi orang yg pertama tau tentang di dalam diriku .
jika dibilang aku merasa beruntung ,
ya aku merasa beruntung semua yg orang inginkan aku sudah punya ,,
tapi untuk mempertahankan itu semua menjadi seimbang itu susah.
ada kalanya diri ini terasa letih untuk menghadapi persoalan yg ada di dalam hidup.
tapi aku mencoba bangkit, bahwa aku masih mempunyai orang-orang di sekelilingku.
jadi untuk apa aku merasa sendiri dan takut .
umurku semakin bertambah meranjak dewasa..
aku remaja yg menjadi tempat mengadu teman-temanku .
aku rela jika mereka menjadikanku hanya pelarian dan pelampiasan atas masalah mereka ,
aku senang aku masih diingat ya walaupun diingat saat orang-orang di sekelilingku jatuh ,
aku merasa lega jika melihat mereka tersenyum kembali karena ku .
itu hal yg bisa membangkitkan aku disaat aku juga merasa falling down .
ya, cinta tidak pernah habis untukku dia selalu ada mengisi, walau terkadang membuat aku jatuh dan berhenti berharap.
tapi itu tidak sebanding dengan kekuatan cinta yg mampu menggopoh aku melanjutkan hidup .
love from God, and love from Boy friend and best friend.
sahabat, mereka memang selalu mendukung aku disaat tidak ada seorang pun yg percaya padaku .
mereka tidak pernah mau untuk kehilangan aku, begitupun aku ke mereka .
keluarga, keluarga sumber kekuatanku .
keluarga yg mampu mengajarkan aku tentang banyak hal untuk aku menyikapi apa sudah terjadi maupun yg belum terjadi .
dikeluarga aku belajar untuk menjadi pribadi yg dewasa dan menyenangkan .
aku punya itu semua ..
dan aku harus tetap berendah hati kepada siapapun ,,
SEKALI LAGI,
ternyata mempertahankan itu semua untuk tetap menjadi milikku tidaklah sangat mudah, tidak semudah aku mendapatkan itu semua ..
I realize ....
Minggu, 17 April 2011
satu hari bersamamu
satu hari bersamamu, seperti membahagiakan ku selamanya ..
satu hari bersamamu, terasa ringan beban yg ku hadapi.
satu hari bersamamu, mengobati segala siksa hati ini ....
satu hari bersamamu, aku mampu menghapus airmataku
tertawa dan tersenyum bersamamu hilangkan segala kepenatan dalam hidupku .
walaupun satu hari..
satu hari yg selalu indah denganmu ,,
satu hari ku melihatmu dan mendengar suaramu ,,
satu hari yg indah .........
kau penantian panjangku .
kau harapanku
kau impianku
dan kau kekasihku ..
22072009
satu hari bersamamu, terasa ringan beban yg ku hadapi.
satu hari bersamamu, mengobati segala siksa hati ini ....
satu hari bersamamu, aku mampu menghapus airmataku
tertawa dan tersenyum bersamamu hilangkan segala kepenatan dalam hidupku .
walaupun satu hari..
satu hari yg selalu indah denganmu ,,
satu hari ku melihatmu dan mendengar suaramu ,,
satu hari yg indah .........
kau penantian panjangku .
kau harapanku
kau impianku
dan kau kekasihku ..
22072009
Selasa, 12 April 2011
Sebongkah sesal
Jawab aku atau kau akan mati ?
laksana belati tajam mengiris daging .
Lihat aku atau kau kan hina ?
Seakan rusak lebur takkan terlihat siapapun .
tak ada terbuang dari kumpulam
manapun yang tersarang ditiap sel otak .
kau tak mengerti?
tancapkan aku duri besar yang runcing
menembusjantung hingga punggungku .
perih !!
aku hidup?
aku hidup karna darah yang masih mengalir dinadi
masih menyejukkan jasadku
sampai esok mataku tertutup
oleh gelapnya duniaa ..
laksana belati tajam mengiris daging .
Lihat aku atau kau kan hina ?
Seakan rusak lebur takkan terlihat siapapun .
tak ada terbuang dari kumpulam
manapun yang tersarang ditiap sel otak .
kau tak mengerti?
tancapkan aku duri besar yang runcing
menembusjantung hingga punggungku .
perih !!
aku hidup?
aku hidup karna darah yang masih mengalir dinadi
masih menyejukkan jasadku
sampai esok mataku tertutup
oleh gelapnya duniaa ..
Senin, 11 April 2011
BINTANG YANG HILANG
Sudah hampir 15 tahun Mentari dan Bintang menghabiskan waktu bersama .
Mereka adalah sepasang sahabat sedari kecil .
Dan mereka baru saja masuk SMA 2 bulan lalu .
“Tarriiii...!! Tungguin gue .” teriak Bintang dari dalam rumahnya .
Tari sudah menunggunya 10 menit yang lalu diteras.
Mereka selalu berangkat sekolah bersama dan kebetulan sekolah mereka dari TK sampai SMA tidak pernah terpisah .
“Iya-iya gue tungguin kok sampe lumutan juga gue tungguin .” saut Mentari tidak kalah kerasnya .
3 menit kemudian Bintang pun keluar juga dari rumahnya.
“Lama banget sih lo, ngapain aja didalem?!” Mentari kesal .
“Hehe maaf ya Mentariku tadi nyari jam tangan dulu.” Bintang sambil menyeringai .
“Yaudah ayo! Ntar telat lagi.” Ajak mentari.
**************************************************
Setelah bel berbunyi tanda berakhirnya pelajaran, Mentari dan Bintang langsung membereskan buku pelajaran dan menarik tas segera akan keluar meninggalkan sekolah, karna mereka berdua ingin ke salah satu toko buku yang sedang mengadakan launching novel terbaru .
“Ayo Ntang! Cepetan nanti ketinggalan lagi.” Ajak Mentari yang daritadi menarik Bintang dari kelas .
“Adduuhh pelan-pelan dong jalannya, cape tau!” Bintang merintih dan nafasnya mulai terengah-engah .
“Abis lo jalannya kaya kura-kura sih .”
“Yee, biar lambat yang penting selamet . lepasin dooonngg kaya anak kecil aja deh gue pake dituntun segala .” Bintang agak kesal .
“Ssstt jangan berisik deh, gue tuntun lo biar gak lama .” Mentari tidak melepas genggaman tangannya dipergelangan Bintang .
*****
Sesampainya mereka ditoko buku ....
“Hhaaahh untung aja belum telat.” Mentari menghela nafas ,
“Iya, sampe keringet gua ngucur tangan gue merah dipenggangin terus ckck.” Keluh Bintang.
“Haha, makanya kalo jalan dicepetin kaya prajurit TNI dong, dari kecil sampe sekarang kalo jalan paling lama.”
“Woo, biarin yang penting cakep tuh.”
“Wiih pede, haha udah ah ayo masuk.” Mentari dan Bintang masuk ke toko buku tersebut, dan masing-masing dari mereka mendapat satu novel gratis yang berjudul ‘Missing Star’ .
*******************************************
Malam ini adalah malam minggu, Bintang berniat menginap di rumah Mentari malam ini sambil membawa novel yang baru dia dapatkan tadi siang, dan segera meminta ijin ke mamanya .
Dirumah Mentari ...
‘tok.tok.tok...’
“Tarrii.. Tarrii ..!! buka doonngg !” teriak Bintang dari luar kamar .
“Iya-iya bentaarr.” Saut Mentari. Tak lama kemudian Mentari pun membuka pintu kamarnya, Bintang pun langsung menyerobot masuk kekamar dan langsung duduk di kursi meja belajar Mentari .
“Gila! Novel ini kayanya keren banget, Tar.”
“Op.op.op santai dulu dong, emangnya lo udah baca? Gue belom sempet baca novelnya.” Ucap Mentari sambil menyisir rambut panjangnya .
“Heemm belom sih, tapi dari sinopsisnya udah menarik dan keren .”
“Ooohh, baca di teras balkon aja yuk!”
“ Ayo ayo ! mumpung langit cerah dan bintangnya terang-terang banget .” Bintang pun langsung gesit berjalan menuju balkon dan langsung duduk bersandar di bangku putih, Mentari pun mengikutinya .
Bintang sudah memasang headset, dan mulai membuka novelnya begitu juga dengan Mentari .
Sudah setengah jam mereka duduk santai dan bernyanyi-nyanyi kecil sambil memerhatikan novelnya itu, tiba-tiba mata Bintang langsung menangkap benda bercahaya dilangit yg melesat, Bintang langsung membuka headsetnya.
“Tari! Tari! Ada bintang jatuh .” Bintang berteriak sehingga mengagetkan Mentari, Mentari langsung membuka headsetnya .
“Ada apa sih? Ngagetin aja deh lo .”
“Ada bintang jatoh, kita make a wish yuk seperti biasa .” Ajak Bintang .
2 sahabat itu langsung memejamkan mata, dari mereka kecil inilah saat yang paling selalu mereka tunggu-tunggu .
Mentari berdoa didalem hati begitupun Bintang..
“Tuhan aku ingin bersama sahabatku selamanya ..” Doa Mentari.
Doa Bintang “Tuhan aku ingin .............” tapi belum sempat doa itu diteruskan Bintang merasakan sakit yang luar biasa dikepalanya dan membuat sesak dadanya .
Mentari pun membuka matanya, dilihatnya Bintang masih menutup mata dan memegangi kepalanya .
“Ntang?” panggil Mentari.
“What?” Bintang pun membuka matanya sambil menahan sakit.
“Kebiasaan deh dari kecil kalo doa laammaa banget, doa apaan aja sih lo? Jangan-jangan udah lo catet yah apa-apa doanya. Haha “
“Hemm ada deh pokoknya secret. Oiyaa gue nginep dirumah lo ya, biasaaa. Hehe”
“Iyyee, udah bilang nyokap?”
“Udah doonngg.”
Selama 15 tahun mereka bersahabat Bintang ataupun Mentari suka saling menginap, kegiatan favorite mereka adalah curhat-curhatan sampai nangis-nangis, nyanyi sambil nyetel musik sekenceng-kencengnya seakan dunia milik 2 sahabat ini .
Hebatnya mereka tidak pernah berantem, karena saking dekatnya mereka, mereka sering dibilang ‘kembar tak pernah sama’ ataupun ‘manusia benda langit’.
*****
Hari ini, hari pertama untuk kembali menjalankan aktifitas lagi .
Seperti biasa, suara Bintang yang terdengar selalu riang itu memanggil nama Mentari setiap pagi .
“ Mentariiii...!!! Mentari pagi yang cerah selallluuuu, cepetan dong lama amat sih dandannya..” teriak Bintang sambil mengetuk pintu kamar Mentari .
“ Iya tunggu Bintang yang benderang , gak sabar banget sih.”
Tak lama kemudian Mentari pu keluar.
“Yuk!” ajaknya .
Disekolah, saat upacara bendera sedang berlangsung .
Mataharipun sudah mulai meninggi, tapi Bintang tiba-tiba tersedak kepalanya terasa sakit, mukannya mulai memucat . Mentari memerhartikan gerak-gerik sahabatnya itu dari awal upacara .
“Ntang lo kenapa? Sakit? Gak enak badan? Pusing? Muka lo pucet banget .” Tanya Mentari panik . “ Kita ke UKS aja yuk .” ajak Mentari. Bintang pun hanya menganggukan kepala .
Tapi sebelum keluar dari barisan mata Bintang langsung gelap dan akhirnya pingsan, guru-guru pun langsung menolong Bintang dan membawanya ke UKS Mentari pun menemaninya.
Di UKS.
Sudah hampir 2 jam Bintang tidak sadarkan diri, Mentari pun menelepon mama Bintang .
½ jam kemudian mama Bintang pun datang dan akhirnya membawa Bintang kerumah sakit .
***********************************************
Bintang koma, sudah 2hari ia belum menyadarkan diri . Banyak selang-selang yang melilit tubuhnya untuk membantu dia bernafas dan hidup .
Mentari setiap pulang sekolah tidak pernah absen untuk menjenguk Bintang, dia menemani Bintang sambil mengerjakan PR ataupun membaca novel .
Tapi sekarang Mentari menangis disamping tempat tidur Bintang .
“Ntang bangun dong, gue kesepian nih gak ada lo yang bawel yang manggil gue tiap pagi kalo mau berangkat sekolah, bangun Ntang cepet sembuh ya Ntang .” Mentari menahan tangisnya tapi tetap saja tidak ada jawaban dari Bintang .
Mama Bintang pun dateng .
“Tari kamu disini? Kamu gak pulang? Kamu kan harus belajar, biar Bintang tante yang jaga.” Bujuk Mama Bintang .
“Aku mau temenin Bintang tante.” Suara Mentari dengan nada pelan dan lesu .
“Tante, Emangnya Bintang sakit apa sih?” Lanjut Mentari.
Mama Bintang terhenyak, tertegun, dan meneteskan airmata.
“Tante Mira, jawab pertanyaan aku dong!” Desak Mentari, dan itu membuat Mama Bintang semakin tidak tega, akhirnya mama Bintang bersuara pelan.
“Ng..Ng B-Bintang...” ucap Tante Mira terbata-bata. “Bintang kenapa, tante?” Mentari semakin penasaran, Mama Bintang memeluk Bintang sambil menangis .
“ B-b-Bintang mengidap kanker otak stadium akhir..!!” Jelas mama Bintang sambil sesegukan .
Mendengar hal itu tubuh Mentari yang hangat seakan mendingin, matanya yang sembab menatap kosong, dadanya sesak, tak percaya dengan apa yang baru ia dengar sebelumnya Bintang tak pernah bercerita tentang penyakit itu ke dirinya .
“Tari.. mama..” tiba-tiba suara Bintang terdengar samar memecah suasana yang kelam.
Malamnya, masa kritis Bintang sudah lewat, alat-alat medis yang telah membantu Bintang hidup sudah dilepaskan kecuali infus dan selang kecil untuk mengalirkan oksigen .
Sehabis Bintang makan malam, Mentari kembali kekamar rawat Bintang dan berbicara dengan Bintang, matanya masih sembab karna tangis tadi sore .
“Hai, Tar !” sapa Bintang manis.
“Kenapa lo gak pernah cerita tentang itu ke gue ?” tanya Mentari dengan penuh sesak didadanya . Bintang tersenyum, dan malah membuat Mentari tidak dapat menguasai perasaan kecewa dan marah ke Bintang .
“KENAPA LO GAK PERNAH BILANG KE GUE!! Gue bukan sahabat lo? Lo gak percaya sama gue?” Mentari menangis, “Jawab Ntang! Jangan diem !!” Mentari membentak dan membuat Bintang sesaat tertegun dan mulai bicara.
“Tar, ajak gue keluar dulu dong, gue jawab sekalian mau ngeliat bintang-bintang.” Pinta Bintang .
Mentari pun mengikuti, dan membantu Bintang duduk di kursi roda, Mentari mengajak Bintang ke halaman yang ada dirumah sakit itu, dan Mentari duduk dikursi besi panjang .
“Bintangnya banyak plus terang ya,Tar ? seneng banget gue liatnya.” Bintang memulai pembicaraan.
“Lo belom jawab pertanyaan gue !” Bentak Mentari.
“Gue gak mau ngeliat lo sedih,Tar ! dan gue gak mau dikasihani sama lo.”
Mentari terdiam dan berusaha menahan airmatanya yang hampir menetes .
“Oiyaa, lo udah baca novel Missing Star-nya belom,Tar? Ceritain dong gue belom sempet.”
Mentari mengangguk, menghapus airmatanya yang berlinang dan menceritakan isi dari novel tersebut .
Tiba-tiba ditengah Mentari cerita, Bintang langsung teriak dengan heboh .
“Tar, bintang jatuh, kita make a wish yuk!” ajak Bintang penuh semangat , tanpa pikir panjang mereka berdua memejamkan mata .
“Tuhan, aku ingin pergi disamping sahabatku.” Doa bintang dalam hati sambil menarik nafas panjang, dan mengenggam tangan hangatnya Mentari .
Doa itu yang selalu Bintang ucapkan semenjak ia tahu umurnya tidak akan lama lagi, dan Mentari membuka matanya saat dia menyadari cengkraman tangan Bintang yang tadi kuat sekarang terlepas dan dingin .
“Ntang , Bintang? Hheemm kebiasaan deh doanya lama banget.” Mentari sambil memegang bahu Bintang, tapi tidak ada tanggapan dari Bintang dan Bintang masih menutup matanya.
Mentari tertegun , dan perasaan Mentari mulai bergejolak.
“Ntang?” suara Mentari bergetar memanggil nama Bintang, tapi nihil tidak ada gerakan sedikitpun dari tubuh Bintang .
“B-bbiiiinnttaaaaannngg...!!!” Teriak Mentari dan tangisnya yang ditahannya sedaritadi meledak sekuat-sekuatnya, tubuh hangat Mentari langsung memeluk erat tubuh sang Bintang yang mendingin .
“Biinnttaaanngg jangan tinggalin gue, gue sayang lo, gue gak punya sahabat lagi selain lo, Bintang jangan pergi, Bintang bangguunn..” Mentari mengoyak-oyakan tubuh Bintang yg kini melemas dan tak berdaya .
Bintang menghembuskan nafas terakhirnya, seiring bintang jatuh tadi yang semakin menjauh sebelum akhirnya menghilang .
*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)
Seminggu, semenjak kepergian Bintang untuk selama-lamanya .
Mentari termenung diteras balkon rumahnya sambil melihat bintang-bintang dan mengenang hari-harinya dulu bersama Bintang.
“Bintang ,lo tetep yang paling terang buat hidup gue dari dulu sampe kapanpun, lo sahabat gue.” Bisik Mentari didalam hati dan ada sekecil senyum yang tergaris dari bibir Mentari .
THE END
Mereka adalah sepasang sahabat sedari kecil .
Dan mereka baru saja masuk SMA 2 bulan lalu .
“Tarriiii...!! Tungguin gue .” teriak Bintang dari dalam rumahnya .
Tari sudah menunggunya 10 menit yang lalu diteras.
Mereka selalu berangkat sekolah bersama dan kebetulan sekolah mereka dari TK sampai SMA tidak pernah terpisah .
“Iya-iya gue tungguin kok sampe lumutan juga gue tungguin .” saut Mentari tidak kalah kerasnya .
3 menit kemudian Bintang pun keluar juga dari rumahnya.
“Lama banget sih lo, ngapain aja didalem?!” Mentari kesal .
“Hehe maaf ya Mentariku tadi nyari jam tangan dulu.” Bintang sambil menyeringai .
“Yaudah ayo! Ntar telat lagi.” Ajak mentari.
**************************************************
Setelah bel berbunyi tanda berakhirnya pelajaran, Mentari dan Bintang langsung membereskan buku pelajaran dan menarik tas segera akan keluar meninggalkan sekolah, karna mereka berdua ingin ke salah satu toko buku yang sedang mengadakan launching novel terbaru .
“Ayo Ntang! Cepetan nanti ketinggalan lagi.” Ajak Mentari yang daritadi menarik Bintang dari kelas .
“Adduuhh pelan-pelan dong jalannya, cape tau!” Bintang merintih dan nafasnya mulai terengah-engah .
“Abis lo jalannya kaya kura-kura sih .”
“Yee, biar lambat yang penting selamet . lepasin dooonngg kaya anak kecil aja deh gue pake dituntun segala .” Bintang agak kesal .
“Ssstt jangan berisik deh, gue tuntun lo biar gak lama .” Mentari tidak melepas genggaman tangannya dipergelangan Bintang .
*****
Sesampainya mereka ditoko buku ....
“Hhaaahh untung aja belum telat.” Mentari menghela nafas ,
“Iya, sampe keringet gua ngucur tangan gue merah dipenggangin terus ckck.” Keluh Bintang.
“Haha, makanya kalo jalan dicepetin kaya prajurit TNI dong, dari kecil sampe sekarang kalo jalan paling lama.”
“Woo, biarin yang penting cakep tuh.”
“Wiih pede, haha udah ah ayo masuk.” Mentari dan Bintang masuk ke toko buku tersebut, dan masing-masing dari mereka mendapat satu novel gratis yang berjudul ‘Missing Star’ .
*******************************************
Malam ini adalah malam minggu, Bintang berniat menginap di rumah Mentari malam ini sambil membawa novel yang baru dia dapatkan tadi siang, dan segera meminta ijin ke mamanya .
Dirumah Mentari ...
‘tok.tok.tok...’
“Tarrii.. Tarrii ..!! buka doonngg !” teriak Bintang dari luar kamar .
“Iya-iya bentaarr.” Saut Mentari. Tak lama kemudian Mentari pun membuka pintu kamarnya, Bintang pun langsung menyerobot masuk kekamar dan langsung duduk di kursi meja belajar Mentari .
“Gila! Novel ini kayanya keren banget, Tar.”
“Op.op.op santai dulu dong, emangnya lo udah baca? Gue belom sempet baca novelnya.” Ucap Mentari sambil menyisir rambut panjangnya .
“Heemm belom sih, tapi dari sinopsisnya udah menarik dan keren .”
“Ooohh, baca di teras balkon aja yuk!”
“ Ayo ayo ! mumpung langit cerah dan bintangnya terang-terang banget .” Bintang pun langsung gesit berjalan menuju balkon dan langsung duduk bersandar di bangku putih, Mentari pun mengikutinya .
Bintang sudah memasang headset, dan mulai membuka novelnya begitu juga dengan Mentari .
Sudah setengah jam mereka duduk santai dan bernyanyi-nyanyi kecil sambil memerhatikan novelnya itu, tiba-tiba mata Bintang langsung menangkap benda bercahaya dilangit yg melesat, Bintang langsung membuka headsetnya.
“Tari! Tari! Ada bintang jatuh .” Bintang berteriak sehingga mengagetkan Mentari, Mentari langsung membuka headsetnya .
“Ada apa sih? Ngagetin aja deh lo .”
“Ada bintang jatoh, kita make a wish yuk seperti biasa .” Ajak Bintang .
2 sahabat itu langsung memejamkan mata, dari mereka kecil inilah saat yang paling selalu mereka tunggu-tunggu .
Mentari berdoa didalem hati begitupun Bintang..
“Tuhan aku ingin bersama sahabatku selamanya ..” Doa Mentari.
Doa Bintang “Tuhan aku ingin .............” tapi belum sempat doa itu diteruskan Bintang merasakan sakit yang luar biasa dikepalanya dan membuat sesak dadanya .
Mentari pun membuka matanya, dilihatnya Bintang masih menutup mata dan memegangi kepalanya .
“Ntang?” panggil Mentari.
“What?” Bintang pun membuka matanya sambil menahan sakit.
“Kebiasaan deh dari kecil kalo doa laammaa banget, doa apaan aja sih lo? Jangan-jangan udah lo catet yah apa-apa doanya. Haha “
“Hemm ada deh pokoknya secret. Oiyaa gue nginep dirumah lo ya, biasaaa. Hehe”
“Iyyee, udah bilang nyokap?”
“Udah doonngg.”
Selama 15 tahun mereka bersahabat Bintang ataupun Mentari suka saling menginap, kegiatan favorite mereka adalah curhat-curhatan sampai nangis-nangis, nyanyi sambil nyetel musik sekenceng-kencengnya seakan dunia milik 2 sahabat ini .
Hebatnya mereka tidak pernah berantem, karena saking dekatnya mereka, mereka sering dibilang ‘kembar tak pernah sama’ ataupun ‘manusia benda langit’.
*****
Hari ini, hari pertama untuk kembali menjalankan aktifitas lagi .
Seperti biasa, suara Bintang yang terdengar selalu riang itu memanggil nama Mentari setiap pagi .
“ Mentariiii...!!! Mentari pagi yang cerah selallluuuu, cepetan dong lama amat sih dandannya..” teriak Bintang sambil mengetuk pintu kamar Mentari .
“ Iya tunggu Bintang yang benderang , gak sabar banget sih.”
Tak lama kemudian Mentari pu keluar.
“Yuk!” ajaknya .
Disekolah, saat upacara bendera sedang berlangsung .
Mataharipun sudah mulai meninggi, tapi Bintang tiba-tiba tersedak kepalanya terasa sakit, mukannya mulai memucat . Mentari memerhartikan gerak-gerik sahabatnya itu dari awal upacara .
“Ntang lo kenapa? Sakit? Gak enak badan? Pusing? Muka lo pucet banget .” Tanya Mentari panik . “ Kita ke UKS aja yuk .” ajak Mentari. Bintang pun hanya menganggukan kepala .
Tapi sebelum keluar dari barisan mata Bintang langsung gelap dan akhirnya pingsan, guru-guru pun langsung menolong Bintang dan membawanya ke UKS Mentari pun menemaninya.
Di UKS.
Sudah hampir 2 jam Bintang tidak sadarkan diri, Mentari pun menelepon mama Bintang .
½ jam kemudian mama Bintang pun datang dan akhirnya membawa Bintang kerumah sakit .
***********************************************
Bintang koma, sudah 2hari ia belum menyadarkan diri . Banyak selang-selang yang melilit tubuhnya untuk membantu dia bernafas dan hidup .
Mentari setiap pulang sekolah tidak pernah absen untuk menjenguk Bintang, dia menemani Bintang sambil mengerjakan PR ataupun membaca novel .
Tapi sekarang Mentari menangis disamping tempat tidur Bintang .
“Ntang bangun dong, gue kesepian nih gak ada lo yang bawel yang manggil gue tiap pagi kalo mau berangkat sekolah, bangun Ntang cepet sembuh ya Ntang .” Mentari menahan tangisnya tapi tetap saja tidak ada jawaban dari Bintang .
Mama Bintang pun dateng .
“Tari kamu disini? Kamu gak pulang? Kamu kan harus belajar, biar Bintang tante yang jaga.” Bujuk Mama Bintang .
“Aku mau temenin Bintang tante.” Suara Mentari dengan nada pelan dan lesu .
“Tante, Emangnya Bintang sakit apa sih?” Lanjut Mentari.
Mama Bintang terhenyak, tertegun, dan meneteskan airmata.
“Tante Mira, jawab pertanyaan aku dong!” Desak Mentari, dan itu membuat Mama Bintang semakin tidak tega, akhirnya mama Bintang bersuara pelan.
“Ng..Ng B-Bintang...” ucap Tante Mira terbata-bata. “Bintang kenapa, tante?” Mentari semakin penasaran, Mama Bintang memeluk Bintang sambil menangis .
“ B-b-Bintang mengidap kanker otak stadium akhir..!!” Jelas mama Bintang sambil sesegukan .
Mendengar hal itu tubuh Mentari yang hangat seakan mendingin, matanya yang sembab menatap kosong, dadanya sesak, tak percaya dengan apa yang baru ia dengar sebelumnya Bintang tak pernah bercerita tentang penyakit itu ke dirinya .
“Tari.. mama..” tiba-tiba suara Bintang terdengar samar memecah suasana yang kelam.
Malamnya, masa kritis Bintang sudah lewat, alat-alat medis yang telah membantu Bintang hidup sudah dilepaskan kecuali infus dan selang kecil untuk mengalirkan oksigen .
Sehabis Bintang makan malam, Mentari kembali kekamar rawat Bintang dan berbicara dengan Bintang, matanya masih sembab karna tangis tadi sore .
“Hai, Tar !” sapa Bintang manis.
“Kenapa lo gak pernah cerita tentang itu ke gue ?” tanya Mentari dengan penuh sesak didadanya . Bintang tersenyum, dan malah membuat Mentari tidak dapat menguasai perasaan kecewa dan marah ke Bintang .
“KENAPA LO GAK PERNAH BILANG KE GUE!! Gue bukan sahabat lo? Lo gak percaya sama gue?” Mentari menangis, “Jawab Ntang! Jangan diem !!” Mentari membentak dan membuat Bintang sesaat tertegun dan mulai bicara.
“Tar, ajak gue keluar dulu dong, gue jawab sekalian mau ngeliat bintang-bintang.” Pinta Bintang .
Mentari pun mengikuti, dan membantu Bintang duduk di kursi roda, Mentari mengajak Bintang ke halaman yang ada dirumah sakit itu, dan Mentari duduk dikursi besi panjang .
“Bintangnya banyak plus terang ya,Tar ? seneng banget gue liatnya.” Bintang memulai pembicaraan.
“Lo belom jawab pertanyaan gue !” Bentak Mentari.
“Gue gak mau ngeliat lo sedih,Tar ! dan gue gak mau dikasihani sama lo.”
Mentari terdiam dan berusaha menahan airmatanya yang hampir menetes .
“Oiyaa, lo udah baca novel Missing Star-nya belom,Tar? Ceritain dong gue belom sempet.”
Mentari mengangguk, menghapus airmatanya yang berlinang dan menceritakan isi dari novel tersebut .
Tiba-tiba ditengah Mentari cerita, Bintang langsung teriak dengan heboh .
“Tar, bintang jatuh, kita make a wish yuk!” ajak Bintang penuh semangat , tanpa pikir panjang mereka berdua memejamkan mata .
“Tuhan, aku ingin pergi disamping sahabatku.” Doa bintang dalam hati sambil menarik nafas panjang, dan mengenggam tangan hangatnya Mentari .
Doa itu yang selalu Bintang ucapkan semenjak ia tahu umurnya tidak akan lama lagi, dan Mentari membuka matanya saat dia menyadari cengkraman tangan Bintang yang tadi kuat sekarang terlepas dan dingin .
“Ntang , Bintang? Hheemm kebiasaan deh doanya lama banget.” Mentari sambil memegang bahu Bintang, tapi tidak ada tanggapan dari Bintang dan Bintang masih menutup matanya.
Mentari tertegun , dan perasaan Mentari mulai bergejolak.
“Ntang?” suara Mentari bergetar memanggil nama Bintang, tapi nihil tidak ada gerakan sedikitpun dari tubuh Bintang .
“B-bbiiiinnttaaaaannngg...!!!” Teriak Mentari dan tangisnya yang ditahannya sedaritadi meledak sekuat-sekuatnya, tubuh hangat Mentari langsung memeluk erat tubuh sang Bintang yang mendingin .
“Biinnttaaanngg jangan tinggalin gue, gue sayang lo, gue gak punya sahabat lagi selain lo, Bintang jangan pergi, Bintang bangguunn..” Mentari mengoyak-oyakan tubuh Bintang yg kini melemas dan tak berdaya .
Bintang menghembuskan nafas terakhirnya, seiring bintang jatuh tadi yang semakin menjauh sebelum akhirnya menghilang .
*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)*)
Seminggu, semenjak kepergian Bintang untuk selama-lamanya .
Mentari termenung diteras balkon rumahnya sambil melihat bintang-bintang dan mengenang hari-harinya dulu bersama Bintang.
“Bintang ,lo tetep yang paling terang buat hidup gue dari dulu sampe kapanpun, lo sahabat gue.” Bisik Mentari didalam hati dan ada sekecil senyum yang tergaris dari bibir Mentari .
THE END
Langganan:
Komentar (Atom)


