Jumat, 22 Juli 2011

Cerita bersamamu

Saat pertama kali aku mengenalmu, aku sangat membencimu tak ingin pernah kenal denganmu..
saat pertama kali kau memperhatikanku, seketika ada getaran yang mulai muncul dihati ini entah apa perasaan itu.
saat pertama kali ku mulai kehilangan jejakmu, aku gundah dan selalu memikirkanmu "perasaan apa ini"tanyaku dalam hati , lalu aku mencarimu lewat handphoneku dan berusaha menyapamu, kau sambut hangat sapaku kasih .

saat kedua kalinya kau ucapkan kata sapa dan perhatian,
tiba-tiba aku berfikir "apa dia cinta terakhirku" tapi masih ada rasa kesal dan amarah untukmu.

beberapa saat kehilangan kontak denganmu dengan waktu yang cukup lama dan setelah aku lepas darinya, aku berfikir lagi.
aku mencarimu, hingga kau mulai perlahan masuk kedalam hidupku .
yyaa lagi lagi aku merasa kekuatan yg berbeda saat berbicara denganmu .
ada rasa deg-degkan bila kau memanggil namaku.
entah rasa apa yg saaat ini aku rasakan kepadamu.
entah mengapa bila dekatmu aku merasa menemukan sesuatu yang hilang dari diriku, dan sejenak saja ku kehilanganmu aku merasa hancur.
ya Allah, rasa apa ini ?

Hari berlalu seiring aku mengenalnya lebih dekat
seiring perasaan ini menguat.
ya Allah, aku menyukainya ..
ternyata tak lama dia menyatakan yang aku tunggu dia memberikan aku sejuta harapan dan kasih..

Aku bahagia karena ALLAH pertemukan hati kita hingga sekarang .
aku kenal kamu, aku suka kamu, aku menyayangimu, aku mencintaimu, hingga kini aku bertahan dan setia untukmu untuk selamanya....

22072009

Selasa, 19 Juli 2011

Sebuah Surat dari Ayah dan Ibu

Anaku, Ketika saya tumbuh tua
saya harap kamu bersabar dan mengerti terhadap saya
kalau misalnya saya memecahkan piring,
atau menghamburkan sup diatas meja
karena saya kehilangan sisi penglihatan,
Saya harap kamu tidak meneriaki saya.



orang tua sangat sensitif
sangat tersinggung ketika kamu meneriaki saya



Ketika Pendengaran saya mulai terganggu
dan saya tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan
saya harap kamu tidak mengatakan saya "Tuli"
Harap ulangi yang kamu katakan atau tulis dalam secarik kertas


Maafkan saya Anakku
Saya bertambah Tua
Ketika kaki ku bertambah lemah
saya harap kamu tetap bersabar untuk membantu membangunkan

Seperti sama saat kamu kecil dulu, saya membantu kamu untuk belajar berjalan pertama kalinya

Tolong dengarkan saya
ketika saya terus mengulang diri saya, seperti sebuah rekaman rusak.

Saya harap kamu tetap mendengarkan saya
Tolong jangan tertawakan saya atau lelah mendengarkan saya
apakah kamu ingat ketika waktu kecil kamu menginginkan sebuah balon ?
kamu mengulang terus apa yang kamu minta sampai kamu mendapatkannya


maafkan aroma saya...
aroma saya seperti aroma orang tua
Tolong jangan paksa saya untuk mandi..karena tubuh saya lemah
orang tua cepat sakit ketika mereka kedinginan, saya harap saya tidak membuat kamu merasa saya jorok karena hal tersebut.


Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
Saya selalu mengejarmu berlarian karena kamu tidak mau mandi.
Saya harap kamu juga bisa bersebar ketika orang tua menjadi seperti anak kecil. itu semua bagian dari semua orang tua yang akan kamu mengerti nanti ketika kamu Tua seperti saya.

dan jika kamu punya waktu, saya harap kita bisa berbincang, walaupun hanya beberapa menit, saya selalu merasa kesendirian di masa-masa tua saya dan tidak punya seseorang untuk berbicara

Saya tau kamu sibuk dengan pekerjaan, biarpun kamu tidak tertarik dengan cerita saya, tolong luangkan waktu sedikit untuk saya

Apakah kamu ingat ketika masih kecil ? saya selalu mendengarkan ceritamu ttg apa yang kalian suka

Dan ketika saatnya tiba..
saya harus sakit dan terbaring, saya harap kamu tetap bersabar untuk merawat saya

Saya minta maaf jika secara tidak sengaja mengompol atau membuat berantakan di kasur.Saya harap kamu masih tetap bersabar dimasa-masa saat terakhir saya didunia, saya tidak akan lama lagi...

Ketika waktu nya datang, Saya harap kamu memegang tangan saya untuk menghadapi kematian

Dan jangan khawatir, ketika saya bertemu Sang Pencipta, Saya akan membisikan di telinganya untuk memberkati anakku.

karena anakku mencintai Ayah dan Ibunya
terima kasih banyak atas perhatian mu, Saya mencintai mu

dengan semua cinta.... Ayah & Ibu

this is my beloved parents :)

Selasa, 12 Juli 2011

too far away.......

in every night, I will always remember you
your voice, your smile, your laughter,
all about you on my mind

I too need you
I love you too much
you're too attached in my life

You can be enlightening my day
you can melt my heart
You can remove my grief

with you I'm happy
I just want you
but you're too far away for me

love is waiting for you ..............

Sabtu, 09 Juli 2011

SEMPURNA-Andra and the backbone

kau begitu sempurna
di mataku kau begitu indah
kau membuat diriku
akan selalu memujamu

di setiap langkahku
ku kan selalu memikirkan dirimu
tak bisa ku bayangkan
hidupku tanpa cintamu

janganlah kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
hanya bersamamu ku akan bisa


kau adalah darahku
kau adalah jantungku
kau adalah hidupku
lengkapi diriku
oh sayangku kau begitu
sempurna, sempurna


kau genggam tanganku
saat diriku lemah dan terjatuh
kau bisikkan kata
dan hapus semua sesalku

Bersalah !!

mungkin takkan lagi ku hampiri duri yang menusuk hati
takkan lagi ku pegang jarum waktu yg mengikis harapan
tak ingin merasa pupus
tak ingin merasa hancur

sadarkah kau ini membunuhku secara perlahan
buka matamu lihat airmataku yang mengalir untukmu
buka pikiranmu ..
jangan salahkanku jika ku acuh didepanmu
andai kau mengerti
bukan ini yang aku inginkan..

sungguh,
aku terlalu tersiksa dikeadaan ini
aku mengertimu
tapi keadaan tak akan bisa mengertimu ..

maaf, hanya itu yg selalu terucap didalam hatiku yg terdalam
mungkin kau takkan merasa betapa rasa bersalah ini selalu
menghantuiku ditiap malamku..

Jumat, 08 Juli 2011

Wanita itu ..........

ketika Wanita MENANGIS,
ITU BUKAN BERARTI DIA SEDANG MENGELUARKAN SENJATA TERAMPUHNYA, MELAINKANJUSTRU BERARTI DIA SEDANG MENGELUARKAN SENJATA TERAKHIRNYA.

ketika Wanita MENANGIS,
ITU BUKAN BERARTI DIA TIDAK BERUSAHA MENAHANNYA, MELAINKAN KARENA PERTAHANANYA SUDAH TAK MAMPU LAGI MEMBENDUNG AIR MATANYA.

ketika Wanita MENANGIS,
ITU BUKAN KARENA DIA INGIN TERLIHAT LEMAH,
MELAINKAN KARENA DIA SUDAH TIDAK SANGGUP BERPURA-PURA KUAT.

MENGAPA WANITA MENANGIS ?
karena wanita juga seorang manusia yang memiliki perasaan.

kami tidak pernah menuntut banyak kecuali PENGERTIAN.
kadang kami terlihat manja, banyak maunya, atau mungkin di mata lelaki seperti kalian,
kami ini hanyalah makhluk yang MENYUSAHKAN.
tapi ketahuilah, kami masih tetap berdiri tegar meski kalian telah menghantam kami dengan banyak rasa sakit yang mendera.

kami masih tetap seperti orang yang sama ketika kalian berusaha pergi dan menghindar lantas datang kembali membawa asa.

meski kami terlihat tidak peduli, meski kami terlihat mengacuhkan, tapi percayalah jauh di lubuk hati kami, kami punya sejuta doa untuk kalian.karena kita ditakdirkan untuk berpasangan, tidak untuk menjalan kesendirian.

kami memang selalu tampak berlebihan dalam mengeksplorasi perasaan kami,
itulah mengapa anak selalu terlahir dari rahim kami kaum wanita.

karena tuhan ciptakan ruang luas dibawah hatikami untuk tempat bernaungnya hasil-hasil cinta kita.
karena ya,lagi-lagi kami ini wanita,
dimana tuhan menakdirkan kami sebagai
makhluk yang akan terlihat lemah diluar tapi kuat didalamnya.



MAKA HARGAILAH KEBERADAAN KAMI,
SEKECIL APAPUN ARTINYA DALAM HIDUP KALIAN.

Kamis, 07 Juli 2011

Maaf yang terlupa

mungkin bagi mereka .
aku manja
aku cerewet
aku cengeng
mereka tak sadar bahwa mulut mereka tajam bagai belati yg baru diasah .

aku manja karna aku sakit .
aku cerewet saat mereka mulai membentak aku .
aku cengeng saat aku tidak bisa menahan semua .
aku ini setumpuk emosi yg tak pernah tersenyum.
beribu sesal, amarah menumpuk di dalam dada.

kalian membuat aku mati .
aku tanaman kering yg lupa disiram, dan kini dibuang .
maaf pun terlupa .

Rabu, 06 Juli 2011

Dampak Buruk Akibat Uzlah : Buta Terhadap Kadar Kemampuan Pribadi

a. Buta terhadap Kadar kemampuan Pribadi

Sekalipun manusia memiliki kecerdasan dan kecermalangan berpikir, namun ia tidak akan mungkin mampu menilai kemampuan dan potensi yang ada pada diri pribadinya secara rinci. Ia tetap memerlukan orang lain yang akan bertindak sebagai penolongnya. Sebagai contoh, sekalipun contoh ini tidak mutlak, seorang tidak akan mungkin dapat membuktikan terhadap apa yang ada dalam pribadinya berupa sikap ananiyah (egois), itsaar (mengutamakan orang lain), dan ta'awun (tolong-menolong), kecuali jika ia hidup dengan manusia lainnya dan bergaul bersamanya. Dengan bergaul secara nyata dengan sesamanya, maka akan terbukti apakah dirinya memiliki sifat-sifat seperti itu atau justru sebaliknya.

Demikian pula kita tidak mungkin dapat melihat apakah kita telah memiliki sikap sabar dan cermat, atau justru sebaliknya, kita ternyata bersikap ceroboh dan tergesa-gesa, kecuali jika kita telah bergaul bersama manusia lainnya. Kita pun tidak mungkin pula mengetahui apakah kita telah memiliki sikap berani, atau justru sebaliknya, ternyata kita ini sebenarnya bersifat pengecut, kecuali jika kita telah hidup berbaur bersama manusia lainnya.

Mungkin inilah rahasia firman-Nya yang menyebutkan,

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا ﴿١٠٣﴾ الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا ﴿١٠٤﴾

Katakanlah, "Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam dunia ini? Sedangkan ia menyangka bahwa mereka berbuat baik-baik". (QS. Al-Kahfi [18] : 103-104)

Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mukmin adalah cermin bagi saudara mukmin lainnya". (HR. Abu Daud)

Serta ucapan Umar bin Khatthab r.a., "Tunjukkanlah kepadaku keburukan-keburukanku". (Mukhtashar minhaaj al-Qaashidiin, hal. 171)

Jadi, jalan itulah yang akan membuktikan seorang mukmin terhadap kadar dan kemampuan atau kekurangan, kekuatan atau kelemahan dirinyha. Jika ia masih merasa lebih banyak kelemahan dan kekurangannhya, maka ia akan berusaha melengkapi dan memperkuat kekurangannya dan kelemahannya.

b. Terhalang dari Pertolongan Orang lain

Di antara manusia ada yang telah mengetahui dan menyadari akan berbagai keburukan yang terdapat dalam dirinya. Akan tetapi, seringkali dirinya itu tidak memiliki kemauan yang cukup kuat dan tekad yang kuat untuk mengatasi dan mengubahnya, sehingga ia tidak mampu memperbaiki dan meluruskan dirinya. Oleh karena itu, bagi orang yang semacam itu mutlak diperlukan seseorang yang akan bertindak sebagai penolong dalam mengatasi masalahnya. Akan tetapi, jika ia memilih bersikap 'uzlah' dan mengisolasi diri dari masyarakat, maka ia akan terhalang mendapatkan pertolongan itu. Ia akan tetap tenggelam dalam suatu kesalahan dan maksiat sepanjang hidupnya.

Oleh karena itu, Rasulullah shallahu alaihi wasslam bersabda, "Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya, jika ia mendapatkan aib, maka ia akan membetulkannya". (HR. Bukhari)

"Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah suatu kebaikan, maka ia akan diberi seorang teman yang shalih. Jika ia lupa maka ia akan diingatkan, dan jika ingat maka akan ditolong". (HR. Ahmad)

c. Terhambatnya Kemampuan dan Potensi Dasar dalam Jiwa

Sebagaimana diketahui, manusia terdiri atas unsur jasad, akal, dan roh, atau terdiri atas unsur material dan spiritual. Sedangkan rohani atau spiritual tersebut dibekali dengan seperangkat gharizah (perangai) yang saling mengimbangi dan memengaruhi. Kedua perangai yang berlawanan tersebut akan berpasangan dalam jiwa manusia, seperti rasa kawatir dan berharap, cinta dan benci, kecenderungan kepada sesuatu yang nyata dan kepada suatu yang khayal, kekuatan lahir dan bathin, suka kepada suatu yang diharuskan dan cenderung kepada sesuatu yang dianjurkan, senang pda hidup sendiri dan bermasyarakat, negatif dan positif, dan lain-lain. Semuanya itu adlah gharizah-gharizah yang saling berimbang dan saliang memberi pengaruh, sebagaimana yang kita rasakan.

Hidup berjamaah dan berinteraksi dengan manusia merupaka satu-satunya arena yang akan menggerakkan segenap potensi dasar dan jiwa seorang muslim. Dengan demikian, setiap perangkat gharizah dapat bekerja secara seimbang dan bersama-sama. Pada saat itulah akan terbentuk suatu kepribadian yagn seimbang dan saling menyempurnakan, tanpa ada suatu penyimpangan dan kebengkokkan, serta terlindung dari tipu daya setan yang menyesatkan.

Dengan demikian pula maka ketika seorang muslim yang menjauhi jamaah dan menutup diri dari kehidupan bermasyarakat serta menjalani pola hidup 'uzlah' dan 'tafarrud', maka sudah pasti sikap tersebut akan menghambat sebagian kemampuan dan potensi gharizah-nya. Karena itu, ia akan mengalami kegelisahan dan keresahan dalam jiwa. Terlebih lagi jika ia memiliki waktu luang yang banyak, maka hal itu akan dimanfaatkan sebagai arena beraksinya setan, manusia, dan setan-jin untuk melancarkan tipu daya dan menyesatkannya.

Mungkin inilah keadaan yang pernah menjadi perhatian Nabi Shallahu alaihi was sallam dalam sabdanya, "...Maka barangsiapa yang ingin merasakan kenikmatan Surga hendaklah ia melazimi (selalu menyertai) jamaah, karena sesungguhnya setan itu akan beserta dengan orang yang sendiri dan akan menjauh dari orang yang berdua..." (Hadist Shahih, lihat kitab Takhriijul-Ahadiits, ash-Shahihah, al-Albani, 1/134)