Rabu, 29 Juni 2011

Berpuasa di Bulan Ramadhan

Kewajiban Berpuasa Ramadhan
Juli 18, 2011 — oRiDo™

bismillahhirrahmanirrahim

Hai Orang-Orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas Orang-Orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
[QS. Al Baqarah (2) ayat 183]

Allah SWT mewajibkan umat muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan, berikut ganjaran yang akan diterima bagi oraang yang meninggalkan puasa Ramadhan:

1 hari tidak cukup diganti dengan 1tahun Penuh
Sahabat Abi Hurairah Ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Barangsiapa berbuka (tidak puasa) satu hari saja di bulan Ramadhan tanpa adanya Rukhshah atau sakit, maka tidak cukup puasa yang ditinggalkan itu diganti dengan puasa satu tahun penuh." (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya. Sedang teks hadis ini menurut Riwayat Tirmidzi).

Penghuni Neraka, diikat Lehernya Hingga Darahnya Mengalir Deras
Sahabat Abi Umamah Al-Bahili Ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: "Pada suatu ketika aku sedang tidur, tiba-tiba datang dua orang lelaki yang langsung memegang lenganku, lalu menunjukkan kepadaku sebuah gunung besar. Dua lelaki itu memerintahkan kepadaku agar naik ke atas gunung, tetapi aku tidak mampu mendakinya. Lalu mereka berkata: "Kami akan memberikan kemudahan kepadamu." Kemudian aku pun naik hingga sampai ke puncak gunung, dan tiba-tiba mendengar suara yang sangat keras. Aku bertanya: "Suara apakah ini?" Mereka menjawab: "Ini adalah suara jeritan penghuni neraka." Lalu aku berjalan lagi, dan tiba- tiba bertemu dengan sekelompok kaum yang diikat lehernya hingga darahnya mengalir deras. Aku pun bertanya: "Siapakah mereka?" Jawabnya: "Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum datang waktu berbuka." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).

Kafir, Halal Darahnya.
Sahabat Ibnu Abbas Ra menerangkan, bahwa Hamad bin Zaid telah berkata (hadis ini telah dimarfu’kan sampai kepada Nabi saw), bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Islam adalah telanjang. Sedang tiang penyangga berdirinya Islam ada tiga perkara. Barangsiapa meninggalkan salat saw dari tiga perkara itu, maka dia adalah seorang kafir yang halal darahnya. Tiga perkara itu adalah bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, melaksanakan shalat fardhu, dan berpuasa di bulan Ramadhan." (HR. Abu Ya’la dengan sanad hasan).


glitter-graphics.com

Senin, 27 Juni 2011

Menjadi sahabat sejati

Persahabatan diatur hukum karma. Dengan kata lain, kamu akan mendapat apa yang kamu berikan. Jika kamu menyimpan rahasia teman-temanmu, kemungkinan besar mereka akan menyimpan rahasia-rahasiamu. Jika kamu memperlakukan mereka dengan hormat, kemungkinan besar mereka akan bersikap yang sama padamu. Namun sebaliknya, jika kamu menggosipkan mereka, siap-siap menerima hal yang sama dari mereka. Jika kamu hanya memanfaatkan mereka demi apa yang bisa mereka berikan padamu--popularitas, status , uang, bantuan akademis, apapun bersiaplah jadi orang yang disingkirkan kapan saja oleh mereka .

Jaga persahabatan sebagai sesuatu yang suci . Diterima ke dalam lingkungan pribadi seseorang merupakan sesuatu kehormatan; perlakukanlah dengan cara yang sama..

This is my friends and best friends..

Sabtu, 25 Juni 2011

Fakta tentang anak kedua..

Benarkah anak kedua cenderung bermasalah dalam keluarga? Ungkap rahasianya di sini.
KapanLagi.com - Oleh : EW Andayani

Anak pertama itu selalu melindungi keluarga dan berjiwa pemimpin, anak terakhir itu kebanyakan manja. Bagaimana dengan anak kedua, atau anak tengah? Begitulah kenyataannya, anak kedua hampir tidak pernah disebut-sebut dan sering terlupakan begitu saja.

Tidak hanya saat balita dan anak-anak, namun ketika si anak beranjak dewasa pun hal ini masih terjadi. Dalam acara-acara keluarga, anak tertua dan bungsu selalu ditanyakan kehadirannya. Simak saja ketika tiga orang anak ini diperkenalkan bersama-sama, orang akan lebih tertarik pada perkembangan yang paling tua dan yang paling kecil.

Tentu saja perbedaan perlakuan ini memberikan efek pada anak kedua. Namun seperti biasa, apa yang terjadi pada anak kedua selalu tidak lebih menarik dari kakak atau adiknya. Jadi jangan heran jika Anda merasa tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang hal ini.

Alfred Adler, seorang dokter medis dan psikolog yang juga teman sejawat Sigmund Freud, adalah orang yang mengemukakan pendapat ini. Didukung dengan sejumlah penelitian, ditemukan bahwa urutan kelahiran seorang anak menentukan kepribadiannya. Pribadi anak pertama dan anak terakhir, tentu Anda sudah sering mendengar dan memang benar adanya demikian. Kali ini, mari kita melihat apa yang terjadi dan dirasakan anak kedua.

Terasing

Anak kedua atau anak tengah sering merasa terasing dalam keluarganya sendiri. Hal ini disebabkan anak pertama biasanya mendapatkan rasa antusias dan perhatian yang besar dari kedua orangtua karena inilah pertama kalinya mereka memiliki anak. Dari rasa antusias dan kecintaan yang dalam ini, timbul tuntutan dari orang tua bahwa anak pertama harus berhasil, harus menjadi panutan adik-adiknya, harus ini dan harus itu. Oleh karena tuntutan tersebut, segala hal tentang anak pertama jadi perhatian kedua orangtuanya. Anak terakhir juga lebih diperhatikan karena selalu dianggap paling kecil dan harus dibantu dalam segala hal. Maka tinggallah anak kedua seorang diri.

Paling beda

Sebenarnya, diakui atau tidak, setiap anak selalu berjuang untuk memperoleh atensi dan afeksi dari orang tuanya. Dengan keadaan perhatian orang tua yang demikian, membuat anak kedua berpikir untuk melakukan sesuatu yang lain dari saudaranya. Jika saudaranya baik, maka anak kedua bisa menjadi pribadi yang tidak menyenangkan dan pencari masalah. Sebaliknya, jika saudaranya tidak terlalu baik, maka dia akan berusaha sebisa mungkin menjadi pribadi yang sangat baik. Bahkan secara penampilan dan gaya hidup, mereka akan selalu mencari sesuatu yang berbeda dari saudara-saudaranya. Inilah yang membuat mereka berbeda.

Kreatif dan bebas

Sering sendirian dan bersemangat untuk melakukan sesuatu, membuat imajinasi anak kedua berkembang dengan baik. Pekerjaan seni dan yang membutuhkan kreativitas lainnya sangat sesuai dengan anak kedua, namun mereka tidak bisa bekerja di bawah tekanan. Mereka sangat mencintai fleksibilitas, pekerjaan yang bisa membuat mereka bebas mengekspresikan dirinya dan tidak mengikat dari segi waktu maupun peraturan. Dalam sejarahnya, kebanyakan anak kedua selalu tidak bisa menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulainya. Tidak menyelesaikan kuliahnya, tidak menyelesaikan kerajinan tangan yang dibuatnya, dan banyak lagi.

Friendly

Paham benar rasanya terasing dan tidak berkawan, anak kedua suka bekerja dengan orang lain dan cinta persahabatan. Mereka selalu berusaha menyenangkan orang lain dan menjadi perekat persahabatan teman-temannya. Namun hal ini juga menyebabkan mereka tidak pandai dan tidak berani mengambil keputusan dalam segala hal, terutama yang menyangkut dirinya sendiri, karena takut merugikan orang lain.

Bermasalah dalam hubungan

Oleh karena kebutuhannya akan perhatian yang besar, ketakutan untuk menjadi terasing dan juga hubungan dalam keluarga yang tidak baik, seorang anak kedua cenderung sulit untuk membentuk keluarga dan menjadi masalah dalam hubungan serius dengan pasangannya. Mereka akan menuntut perhatian dan selalu berprasangka bahwa mereka tidak diinginkan. Parahnya lagi, mereka akan cenderung menyalahkan diri sendiri dalam segala hal.

Beberapa pribadi negatif di sini sebenarnya cukup mudah untuk dikurangi, yaitu berikan perhatian pada anak kedua Anda. Bahkan berikan perhatian yang lebih, karena secara naluri Anda akan cenderung mengabaikan mereka. Dengan perhatian yang cukup dan tidak membeda-bedakan anak pertama dan anak
bungsu, ketiga anak Anda akan menjadi pribadi yang menyenangkan semuanya.

Solusi ini juga berlaku jika pasangan Anda adalah anak kedua. Coba perhatikan dan Anda akan menemukan beberapa pribadinya sama dengan yang digambarkan di sini. Berikan perhatian yang lebih, maka sisi negatif pasangan Anda akan
tenggelam oleh pribadi positifnya. (wo/miw)